Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara menjelaskan arus lalu lintas di sekitar Manggarai akan kembali normal setelah sempat dilakukan pengalihan karena pembangunan LRT rute Kelapa Gading-Manggarai.

“Jadi posisi nanti kita berangsur untuk menormalkan posisi jalan di bawah, ya. Jadi nanti bersih kembali. Termasuk nanti integrasi ke Stasiun KRL Manggarai,“ kata Aditia saat dijumpai di Stasiun Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di simpang Jalan Sultan Agung hingga jalan Minangkabau, Jakarta Selatan, karena pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai.

Adapun rekayasa lalu lintas itu mulai dilakukan sejak Januari 2025)

Sehubungan dengan pekerjaan pembangunan LRT tersebut, lalu lintas dari Jalan Tambak ke arah Dukuh Atas, yang semula belok kanan ke Jalan Sultan Agung, dialihkan untuk lurus ke Jalan Dr. Saharjo lalu putar balik melewati Jalan Minangkabau Barat. Kemudian, belok kiri melewati Jalan Sultan Agung menuju Dukuh Atas.

Sementara jika dari arah Dukuh Atas menuju Jalan Tambak, di pertigaan lampu merah sebelum Rumah Sakit Agung, pengendara dapat mengambil kanan jalan crossing ke arah jalan berlawanan. Kemudian, ambil ke kiri pada jalan di sebelah halte TransJakarta Manggarai Pasaraya menuju Jalan Tambak.

Kini, pembangunan LRT rute tersebut 99 persen telah rampung. Arus lalu lintas pun akan kembali seperti semula.

LRT Kelapa Gading-Manggarai mulai beroperasi secara terbatas pada Kamis sebagai bagian dari uji coba hingga 16 September 2026 dan diperuntukkan kepada undangan, perwakilan warga, lembaga, key opinion leader (KOL), dan jurnalis.

Berikutnya, LRT dioperasikan pada 17 September-2 Oktober 2026 selama tujuh jam pada 09.00-16.00 WIB untuk untuk seluruh masyarakat dan komunitas yang telah melakukan registrasi terlebih dahulu.

Lalu pada 12 Oktober-30 November 2026, rute ini baru akan diberlakukan uji coba untuk umum selama 17 jam, dari pukul 05.30 sampai 00.20 WIB.