TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo turut mengawal proyek perbaikan Jalan Plono-Nglinggo di Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh.
Pasalnya, jalan tersebut memiliki peran yang sangat vital tak hanya bagi masyarakat, tapi juga sektor wisata.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kulon Progo, Sutrisno menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo perlu segera merampungkan perbaikan Jalan Plono-Nglinggo. Sebab jalan tersebut cukup lama mengalami kerusakan.
"Kerusakannya sudah berlarut-larut dan cukup parah," katanya pada Kamis (10/09/2026).
Padahal Sutrisno mengatakan Jalan Plono-Nglinggo menjadi akses satu-satunya bagi warga sekitar. Sehingga keberadaannya tak hanya penting bagi sektor pariwisata, tapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat.
Jalan Plono-Nglinggo juga bagian dari proyek strategis nasional lewat Badan Otorita Borobudur (BOB), karena jalan itu tak hanya sebagai akses wisata ke destinasi di wilayah Kulon Progo, tapi juga kawasan wisata Borobudur.
"Perlu ada percepatan agar perbaikan jalan tersebut bisa segera rampung," ujar Sutrisno.
Ia pun mendorong agar Pemkab Kulon Progo melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemda DIY dan pusat agar perbaikan jalan tersebut jadi perhatian utama, lantaran kehadirannya akan sangar bermanfaat bagi wisata hingga masyarakat.
Sutrisno juga mendorong Pemkab Kulon Progo agar memprioritaskan pemeliharaan ruas jalan alternatif untuk menuju Puncak Suroloyo dan Kebun Teh Nglinggo, karena keduanya adalah destinasi wisata unggulan di wilayah Pegunungan Menoreh.
"Perbaikan dan pelebaran Jalan Plono-Nglinggo akan sangat bermanfaat bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Pegunungan Menoreh," jelasnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Amri Rosadhi Rozian menyebut kelanjutan pembangunan Jalan Plono-Nglinggo diusulkan agar mendapat dukungan dari pusat. Dananya berasal dari program Instruksi Presiden (Inpres) 2026.
Ia menjelaskan Jalan Plono-Nglinggo berstatus sebagai jalan kabupaten dan menjadi prioritas penanganan.
Namun anggaran yang terbatas dari Pemkab Kulon Progo membuat pihaknya harus mengusulkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Menurut Amri, besaran dukungan dana yang diusulkan ke pusat nilainya sekitar Rp54.954.333.000,00. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun ruas Jalan Plono-Nglinggo yang belum dikerjakan.
"Penanganan yang ditargetkan memiliki panjang 2,37 kilometer (km) dari total panjang 4,179 km jalan itu," ujarnya. (alx)