Standard Malam
·9 September 2026
Standard Malam
·9 September 2026
The Blues akan mengetahui lawan mereka di putaran keempat pekan depan.
Chelsea mencetak empat gol dalam 12 menit pada babak kedua saat Leeds mengalami keruntuhan di Piala Carabao dan kalah 6-3 pada putaran ketiga di Stamford Bridge.
Tim tamu unggul 2-0 sesaat setelah jeda berkat gol Tarik Muharemovic dan Brenden Aaronson melawan tim The Blues yang menampilkan sembilan perubahan dari kekalahan atas Arsenal pada Minggu, tetapi setelah Xabi Alonso memasukkan Cole Palmer sebagai bagian dari empat pergantian saat turun minum, segalanya berubah.
Palmer mencetak dua gol dalam dua menit untuk menyamakan kedudukan — yang pertama dari titik penalti — lalu Pedro Neto, pemain lain yang masuk saat jeda, mencetak gol untuk menuntaskan pembalikan keadaan dalam enam menit.
Danny Welbeck membuat skor menjadi empat ketika Morgan Rogers menandai dampaknya dari bangku cadangan dengan tiga assist.
Dominic Calvert-Lewin mencetak gol saat Leeds berusaha memungut kembali kepingan dari performa tandang yang sebelumnya sangat baik, namun kemudian berubah menjadi mimpi buruk ketika Valentin Barco mencetak gol pertamanya untuk klub untuk menjadikan skor 5-3. Welbeck menanduk masuk gol keenam pada masa tambahan waktu.
Pertandingan yang naik turun ini menjadi bukti lanjutan atas realitas baru Chelsea di bawah Alonso: mereka memiliki sebelas pemain utama yang mampu memainkan sepak bola menyerang yang memikat, tetapi skuad mereka kurang memiliki kualitas kedalaman dan rapuh dalam bertahan.
Dobel gol: Danny Welbeck
Getty
Tim lapis kedua mereka tampil jauh di bawah lawan pada babak pertama. Kiper pelapis Mike Penders membuat dua penyelamatan impresif, tetapi kemudian melakukan kesalahan mahal yang menghadiahkan gol pembuka bagi Leeds, setelah memberikan sepak pojok yang tidak perlu dan dari situ Muharemovic menanduk bola masuk.
Hampir tidak ada respons berarti dari The Blues. Satu-satunya peluang mereka datang ketika Reggie Watson — debutan berusia 16 tahun, putra mantan bek Wigan Ben — memulai sebuah serangan dengan umpan indah ke sisi lapangan yang kemudian diteruskan Pep Chavarria ke jalur Jamie Gittens, namun tembakannya ditepis kiper Michael Zetterer ke sisi jaring.
Alonso tampaknya merasa sudah cukup. Ia memasukkan Reece James bersama Rogers, Neto, dan Palmer untuk babak kedua, tetapi situasi Chelsea justru segera memburuk.
Baru sedikit lebih dari dua menit babak kedua berjalan, Barco kehilangan bola secara ceroboh dan Leeds mengalirkannya ke sisi lapangan kepada Ethan Ampadu yang melepaskan umpan silang, Lukas Nmecha menyentuhnya dengan cerdik, dan Aaronson datang tanpa kawalan untuk menghantam bola menjadi gol.
Lalu datang kebangkitan luar biasa, dipimpin oleh Rogers dan Palmer. Dan James menginjak kaki Chavarria dan dari titik putih Palmer memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Gol penyama kedudukannya beberapa detik kemudian diselesaikan dengan baik, tetapi jelas juga merupakan kesalahan Zetterer, sebuah sentuhan akhir lembut ke sudut gawang yang entah bagaimana membuat sang kiper terpaku di tempat.
Neto membawa Chelsea berbalik unggul lewat umpan Rogers sebelum satu jam pertandingan saat keruntuhan Leeds terus berlanjut dengan cepat.
Gol Welbeck bisa dibilang yang terbaik di antara semuanya. Rogers menemukannya dengan umpan datar ke dalam kotak penalti, tetapi penyerang veteran itu masih harus melakukan banyak hal, menarik bola ke dalam, melewati bek yang menjaganya, lalu melepaskan tembakan lurus menembus Zetterer.
Calvert-Lewin menyelesaikan peluang dengan baik dari umpan silang Noah Okafor saat Leeds sempat menemukan harapan baru, tetapi itu segera padam ketika Barco melepaskan tembakan keras untuk gol kelima, sebelum Welbeck menanduk masuk gol ketiga The Blues.