Bukan Sekadar Angka, Pemkab Tana Tidung Dorong Data Desa Cantik Jadi Kebijakan Pembangunan Nyata
Cornel Dimas Satrio September 10, 2026 11:48 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menegaskan komitmennya dalam mengawal Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Pemkab memastikan tata kelola data yang dibangun desa tidak boleh berhenti sebagai tumpukan angka, melainkan harus diwujudkan menjadi kebijakan pembangunan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, menyikapi capaian Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap, yang sukses menembus 15 besar nasional Program Desa Cantik 2026 dan mewakili Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahapan Online Evaluation tingkat nasional.

"Bagi kami, capaian ini bukan sekadar tentang sebuah perlombaan. Ini adalah bukti bahwa desa di wilayah utara Indonesia, termasuk Kabupaten Tana Tidung, mampu membangun tata kelola data, berinovasi, berkolaborasi, dan bersaing di tingkat nasional," ujar Sabri kepada TribunKaltara.com, Kamis (10/9/2026).

Pemanfaatan Data Konkret untuk Pertanian Lokal

Sabri menjelaskan, penerapan kebijakan berbasis data (data-driven decision making) di Desa Limbu Sedulun telah dibuktikan melalui langkah konkret.

Salah satunya, pemerintah desa memanfaatkan pendataan masalah pertanian lokal untuk menyusun program penyuluhan yang presisi dan tepat sasaran bagi para petani.

"Karena bagi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, data bukan sekadar angka. Data adalah dasar untuk mengambil keputusan, menyusun kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat," tegas Sabri.

Baca juga: Desa Limbu Sedulun Tana Tidung Masuk 15 Besar Nasional Desa Cantik 2026, Harumkan Kaltara

Sinergi Lintas Sektor dan Gerakan Berkelanjutan

Capaian Desa Limbu Sedulun ini mengulang jejak panjang komitmen statistik Tana Tidung yang dimulai sejak 2021 melalui Desa Tideng Pale, Desa Mendupo yang menembus 10 besar nasional pada 2023, Desa Sedulun pada 2024, hingga Desa Kapuak pada 2025. Pada tahun 2026 ini, Desa Limbu Sedulun berjuang bersama Desa Buong Baru dan Desa Sebawang.

"Tahun 2026 ini kita kembali hadir melalui Desa Limbu Sedulun bersama Desa Buong Baru dan Desa Sebawang. Kami berharap prestasi Desa Limbu Sedulun dapat melanjutkan, bahkan mengulang keberhasilan Desa Mendupo untuk membawa nama Tana  Tidung dan Kaltara ke posisi terbaik di tingkat nasional," ungkapnya.

Keberhasilan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara BPS Tana Tidung yang tetap mendampingi desa di tengah padatnya agenda Sensus Ekonomi 2026, bersama OPD terkait, Kementerian Pertanian, serta mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Pemkab Tana Tidung berkomitmen agar budaya kelola data di Desa Limbu Sedulun menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat diintegrasikan penuh ke dalam sistem data kabupaten.

"Khusus kepada Desa Limbu Sedulun, jangan berhenti hanya karena sudah masuk 15 besar. Apapun hasil evaluasi nantinya, Desa Limbu Sedulun sudah menjadi pemenang karena mampu mengelola data untuk manfaat masyarakat," pungkas Sabri.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.