TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur (Koltim), Yosep Sahaka, menyiapkan perpanjangan pembelajaran daring bagi siswa di Kecamatan Lalolae, Tinondo, dan Mowewe.
Kegiatan belajar daring ini akan dilakukan jika kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal.
Keputusan tersebut akan direalisasikan setelah melihat perkembangan kondisi di tiga wilayah yang saat ini terdampak kepulan asap dari kebakaran rawa gambut.
“Kalau asapnya masih melebar dan besar, kita akan terapkan pembelajaran secara online lagi. Namun, kalau satu atau dua hari sudah membaik, kembali belajar normal,” kata Yosep saat diwawancarai di Kota Kendari, Kamis (10/9/2026).
Kehadiran Yosep di ibu kota Provinsi Sultra ini untuk mengikuti pelantikan Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Ia menyampaikan saat ini kondisi lingkungan di tiga kecamatan tersebut cukup terganggu akibat asap dari kebakaran rawa gambut.
Baca juga: PAUD hingga SMP di Lalolae, Mowewe, Tinondo Kolaka Timur Belajar Daring Akibat Kabut Asap Karhutla
Asap paling tebal berasal dari wilayah Tinondo dan Lalolae, kemudian terbawa angin hingga mencapai Mowewe.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat ikut terdampak, termasuk anak-anak yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
“Setelah melihat kondisi di lapangan, khususnya di tiga kecamatan, lingkungan di sana sudah tidak bersahabat akibat kebakaran rawa Tinondo dan Lalolae. Mowewe juga ikut terdampak karena asapnya terbawa ke sana,” jelasnya.
Kata pria kelahiran 22 November 1956 ini, kebakaran hutan dan lahan di kabupaten berjuluk Wonua Sorume tersebut telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Penanganannya menjadi lebih sulit karena sejumlah titik berada di kawasan lahan gambut.
Baca juga: Kebakaran Lahan Beruntun Landa Kendari, 3 Titik Dalam Sehari, Damkar dan Brimob Padamkan Api
Menurut politisi Partai Golkar (Golongan Karya) ini, api di beberapa lokasi sebelumnya sempat hampir padam.
Namun, bara kembali muncul dari bagian bawah gambut sehingga memicu kebakaran baru.
Sementara itu, sejumlah titik lainnya kembali membesar dalam empat hari terakhir hingga menyebabkan kepulan asap kembali menyebar ke wilayah sekitar.
Pemkab Koltim berharap Pemerintah Provinsi Sultra dapat memberikan dukungan dalam penanganan karhutla, terutama pada lokasi yang sulit dipadamkan karena berada di kawasan lahan gambut.
“Mudah-mudahan Pak Gubernur dengan adanya kejadian di Kolaka Timur ini akan memberikan bantuan kepada kami,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur telah menginstruksikan sekolah di wilayah terdampak untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke rumah.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 800.1.11/2606/DIKBUD/2026 tentang perubahan jam belajar mengajar akibat bencana karhutla.
Pembelajaran dari rumah mulai berlaku Kamis (10/9/2026) hingga Senin (14/9/2026), atau selama lima hari.
Beban belajar selama masa darurat kabut asap disederhanakan dengan memprioritaskan materi esensial, seperti literasi, numerasi, dan penguatan karakter.
Baca juga: Lahan di Nanga-nanga Kendari Terbakar, TNI, Polri dan Damkar Turun Tangan Padamkan Api
Guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas kedinasan di satuan pendidikan.
Pengaturan jam kerja dapat dilakukan melalui sistem piket bergantian sesuai kebijakan kepala sekolah dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan.
Sekolah juga diminta menyiagakan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta menyediakan kebutuhan dasar apabila terjadi kondisi darurat.
Kemudian, orang tua diimbau mengawasi aktivitas anak selama berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan yang tidak diperlukan.
Apabila harus keluar rumah, anak dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan kabut asap.
Baca juga: 4 Titik Lahan Kosong di Kendari Terbakar Dalam Sehari, Nyaris Kena Permukiman, Warga Diminta Waspada
Pelaksanaan pembelajaran dari rumah akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla di wilayah terdampak.
Kolaka Timur berjarak sekira 129 kilometer (km) atau 2 jam 54 menit berkendara dari Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Kabupaten yang memiliki luas 3.918 km persegi ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten Kolaka, dengan ibu kotanya di Kecamatan Tirawuta. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)