Hujan Alami di Kalsel Diperkirakan Turun Oktober, BNPB Terus Upayakan Operasi Modifikasi Cuaca
Irfani Rahman September 11, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan musim hujan secara alami baru mulai datang pada Oktober 2026.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pemerintah masih harus berjibaku menangani karhutla hingga kondisi cuaca berubah dan hujan alami datang.

Di samping itu, pihaknya mengupayakan terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Suharyanto menyebut berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan secara alami baru mulai sekitar akhir bulan depan.

Karena itu, pemerintah masih akan mengandalkan operasi pemadaman darat dan udara serta OMC sebelum hujan musim penghujan tiba.

Namun diakui, pelaksanaan OMC menghadapi tantangan karena tidak setiap saat tersedia bibit awan yang bisa disemai.

Suharyanto mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir, kondisi bibit awan yang menjadi sasaran penyemaian cukup sulit ditemukan.

 “Bibit pertemuan awannya itu agak susah ini beberapa hari dan beberapa minggu ini,” ujarnya, Kamis (10/9).

Baca juga: Hujan Lokal di Kalsel Saat Musim Kemarau, BMKG Stamet: Hasil Penguatan Operasi Modifikasi Cuaca

Baca juga: Lihat Langsung Karhutla di Banjarbaru, Wapres Gibran Minta Maaf ke Warga Kalimantan

Padahal, menurutnya, hujan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memadamkan karhutla.

Karena kondisi tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah memaksimalkan kekuatan satuan tugas darat untuk melakukan pemadaman secara langsung di lokasi kebakaran.

Suharyanto mengatakan Kalsel saat ini memiliki dukungan empat helikopter water bombing, dua helikopter patroli, serta satu pesawat untuk mendukung operasi penanganan karhutla.

Namun, penggunaan helikopter water bombing memiliki keterbatasan. Armada udara tersebut dinilai efektif ketika api masih kecil atau berada di lokasi yang sulit dijangkau pasukan darat.

“Heli water bombing itu hanya ketika apinya masih kecil, di tempat-tempat yang susah dijangkau lahan darat, dan hanya membantu satgas darat untuk memutus kepala apinya,” jelasnya.

BNPB mencatat hingga awal September masih terdapat ratusan hektare lahan gambut yang dalam proses penanganan di enam provinsi prioritas karhutla. Pemerintah juga menghadapi kemunculan titik kebakaran baru maupun api lama yang kembali menyala.

Sementara itu, BMKG Kalsel memprakirakan curah hujan mulai meningkat pada Oktober 2026, terutama di sejumlah wilayah bagian utara seperti Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah. Peningkatan hujan kemudian diprakirakan meluas secara bertahap ke wilayah lainnya.

Sebelumnya Staklim Kalsel menyebut hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir ini bukan berarti menandakan musim peralihan. Berdasarkan pemantauan Staklim, secara umum, Kalsel saat ini masih berada pada musim kemarau yang puncaknya pada Agustus–September ini. (msr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.