BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Lebih dari 7.000 jemaah dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan memenuhi Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H Kamis (10/9/2026) malam.
Kegiatan di malam mulai selepas shalat maghrib dengan lantunan shalawat dan syair pujian kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
Hadir Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mewakili Gubernur Muhidin, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin, serta penceramah banua Guru Ilham Humaidi.
Dalam tausiah, Guru Ilham mengingatkan jamaah agar tidak sekadar hadir dalam acara maulid tanpa memperbaiki dan meningkatkan hubungan baik dengan Allah dan Rasul-Nya.
Baca juga: Lihat Langsung Karhutla di Banjarbaru, Wapres Gibran Minta Maaf ke Warga Kalimantan
Baca juga: Kejari Sita Aset Tersangka Korupsi PDAM Batola, Tunjukkan 19 Jam Tangan Branded dari Penggeledahan
"Lihatlah orang dahulu tidak disebut nama Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam melainkan berlinang air mata mereka, rindu, cinta, semangat kembali di dalam menjalankan syariat, di dalam menghidupkan sunahnya Nabi Muhammad, di dalam memperjuangkan risalah yang dulu diperjuangkan oleh Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam," papar Guru Ilham Humaidi di depan ribuan jamaah.
Guru Ilham menekankan pentingnya mencintai Nabi sepanjang waktu, bukan hanya di bulan Rabiul Awwal yang disebut sebagai bulan maulid. Ia juga mengajak umat Islam untuk mendekat kepada Al-Qur’an sebagai sumber syariat.
"Guru Mulia Al-Habib Umar semoga Allah memberikan panjang umur sehat wal'aafiyat kepada beliau. Beliau mengatakan bahwasanya indikator yang paling jelas tentang silatul mu'mini billahi ta'ala wa bi rasuulih, tentang hubungan indah seorang hamba kepada Allah dan kekasih Allah adalah sifatuhu bil Qur'an, bagaimana hubungannya dengan Al-Qur'an," tegas Guru Ilham.
Guru Ilham kemudian mengutip hadits dari Ummul Mu’minin Aisyah Radiyallahu Anha.
قال سعد بن هشام بن عامر - عندما دخل على عائشة رضي الله عنها:
يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، أَنْبِئِينِي عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
قَالَتْ: أَلَسْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ؟
قُلْتُ: بَلَى،
قَالَتْ: فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ الْقُرْآنَ.
[صحيح] - [رواه مسلم في جملة حديثٍ طويلٍ] - [صحيح مسلم: 746]
Sa’ad bin Hisyām bin ‘Amir berkata ketika menemui Aisyah:
“Wahai Ummul Mukminin, sampaikan kepadaku tentang akhlak Rasulullah.” Aisyah berkata, “Bukankah engkau membaca Al-Qur’an?” Aku menjawab, “Ya.” Aisyah pun berkata, “Akhlak Nabi ialah Al-Qur’an.” [Sahih Muslim – 746].
Guru Ilham kemudian menutup tausiah dengan pesan agar umat memperbaiki hubungan dengan Allah dan Rasul-Nya melalui Al-Qur’an.
"Perbaiki hubungan kita dengan Allah dan Rasul-Nya melalui memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur'an maka Allah akan memperbaiki keadaan kita," tutup Guru Ilham.
Ribuan jamaah mendengarkan tausiah dengan penuh khidmat. Seluruh ruang utama Masjid Raya Sabilal Muhtadin dipadati jamaah hingga ke luar halaman masjid.
Untuk mengakomodasi ribuan orang yang hadir, panitia menyiapkan videotron di berbagai titik sehingga jamaah yang tidak dapat melihat langsung ke depan tetap bisa menyimak tausiah Guru Ilham Humaidi dengan jelas. Acara kemudian ditutup dengan shalat isya berjamaah.
"Kita semua yakin lah bahwa kita semua cinta kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Tapi bagaimana memaknainya dari maulid ke maulid yaitu dengan menghidupkan Al-Qur'an, tidak hanya membacanya namun kata Guru Ilham tadi juga untuk mengamalkan seluruh ajaran dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dan beliau juga menyampaikan bukan hanya di bulan maulid saja tetapi juga di bulan-bulan berikutnya," papar Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah provinsi yang turut serta mengikuti peringatan Maulid Nabi.
"Ulun sampaikan terimakasih kepada bapak gubernur dan bapak wakil gubernur yang alhamdulillah berhadir di acara maulid Nabi di Masjid Sabilal Muhtadin. Semoga kegiatan ini bernilai ibadah, kecintaan kita kepada Rasulullah menjadi sebuah mahabbah yang besar dan menjadi kebahagiaan buat banua kita Kalimantan Selatan," kata Tambrin.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)