Siswi di Karo Sempat Hilang Ingatan usai Diduga Keracunan MBG, Benarkah Gangguannya akibat Makanan?
Dedhi Ajib Ramadhani September 11, 2026 10:42 AM

- FP, siswi berusia 16 tahun asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sempat mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

FP merupakan salah satu korban dalam insiden dugaan keracunan MBG pada (13/8/2026).

Lantas, benarkah gangguan ingatan yang dialami FP disebabkan makanan dari program MBG?

Hasil pemeriksaan medis hingga kini belum memastikan adanya hubungan tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan belum menemukan kesimpulan medis yang mengaitkan kondisi FP dengan konsumsi MBG (10/9/2026).

"Belum dapat disimpulkan ada kaitan antara penyakit yang diidap oleh FP dengan MBG," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, Kamis (10/9/2026).

Diketahui, FP ditangani tiga dokter spesialis.

Mereka terdiri atas dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dan dokter spesialis kesehatan jiwa.

Lalu, bagaimana hasil pemeriksaan fungsi otaknya?

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, mengatakan hasil pemeriksaan fungsi otak FP dalam kondisi normal.

Pemeriksaan Electroencephalography (EEG) dilakukan di RSU Haji Medan dan RSUP H Adam Malik.

"Hasil asesmennya normal, secara medis juga sudah bagus. Dua referensi dari Rumah Sakit Haji Medan dan Rumah Sakit Umum Provinsi Haji Adam Malik hasilnya bagus dan EEG-nya normal," kata Faisal, Kamis (10/9/2026).

Menurut Faisal, gangguan ingatan yang sempat dialami FP terjadi ketika dirinya mulai sadar setelah mengalami rasa sakit yang berlebihan.

Kondisi tersebut disebut hanya berlangsung sementara.

Saat ini, daya ingat FP disebut sudah kembali normal.

Lantas, apakah benar FP kehilangan ingatan hingga 70 persen?

Faisal membantah informasi tersebut.

"Enggak ada (hilang ingatan 70 persen). Iya (sempat hilang ingatan sebentar ketika sudah sadar) tetapi sekarang sudah normal. Dan itu efek dari rasa sakit yang dialaminya berlebihan," tegas Faisal.

Hasil pemeriksaan menunjukkan FP mengalami trauma.

Kondisi itu diduga berkaitan dengan perubahan situasi setelah dirinya menjadi sorotan publik.

Faisal menyebut FP memiliki kepribadian introvert.

"Trauma, karena ya hasil asesmen tiba-tiba jadi fokus perhatian. Dia introvert. Orang pada kaget yang tadi tertutup jadi gembira, ada perubahan perilaku di psikis. Itu hasil dari tes psikiatri yang sudah kami jalani," terangnya.

Sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan, fungsi otak FP dinyatakan normal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.