Viral Video Geng Motor Bawa Sajam, DPRD Mataram Minta Kepolisian Bergerak Cepat
Sirtupillaili September 11, 2026 12:22 PM


Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM — Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Haris Maulana, meminta aparat penegak hukum dan kepolisian untuk bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video aksi geng motor di media sosial yang meresahkan masyarakat.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan pentingnya langkah preventif dan penanganan serius agar isu keberadaan geng motor ini tidak berkembang, dan menjadi keresahan yang meluas.

"Kami memohon kepada aparat penegak hukum atau kepolisian untuk mendalami dan menindaklanjuti video tersebut secara serius, agar persoalan ini tidak berkembang menjadi keresahan di tengah masyarakat," ujar Haris Maulana pada Tribun Lombok, Jumat (11/9/2026).

Selain mendorong penegakan hukum oleh pihak kepolisian, Haris juga mengimbau seluruh warga Kota Mataram tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial.

Ia mengingatkan warga untuk menyaring informasi sebelum membagikannya, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan tidak mengambil tindakan atau main hakim sendiri," imbaunya.

Baca juga: Viral Soal Mutu Beras Bantuan, Bulog Lombok Timur Bantah dan Pastikan Produk Sesuai Standar

Haris optimistis pihak kepolisian mampu menangani persoalan tersebut secara profesional demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Mataram.

"InsyaAllah, kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk mengungkap persoalan ini secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," pungkas, salah satu anggota muda DPRD Mataram ini.

Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa orang remaja naik motor ugal-ugalan sambil mengacungkan senjata tajam di jalan raya.

Aksi para remaja ini membuat warga Kota Mataram resah, terlebih mereka beraksi di tempat terbuka.  

Ia juga menghimbau para remaja untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat banyak. 

Persoalan remaja ini, kata Haris, sangat serius bagi Kota Mataram ke depan. Sehingga penanganannya tidak hanya dari aspek hukum, ke depan dinas terkait perlu melakukan pembinaan melalui program yang menyentuh anak muda. Dengan harapan aksi semacam itu bisa dicegah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.