- Ketua MUI Jawa Timur, Prof Abdul Halim Soebahar, menanggapi terkait polemik sound horeg yang viral akhir-akhir ini, Jumat (11/9).
Ia merespons setelah sempat mendapat pernyataan kasar dari salah satu pengusaha sound horeg.
Menurutnya, MUI tidak marah selama kritik masih dalam batas kewajaran.
"Kalau MUI itu mengeluarkan fatwa dikatakan gini gini gini ya biasa dan MUI tidak marah asalkan masih dalam batas-batas kewajaran. Tapi kalau keterlaluan saya memang khawatir ada reaksi negatif dari masyarakat terkait dengan tokoh itu," ujar Abdul.
Namun ia mengaku khawatir jika pernyataan itu memicu reaksi negatif dari masyarakat.
Untungnya, pengusaha sound horeg tersebut akhirnya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.
"Jadi untungnya tokoh yang pengelola pengusaha sound horeg itu memberikan klarifikasi dan minta maaf serta tobat untuk tidak mengulangi. Betul kan pernyataannya kasar itu," lanjutnya.
Prof Halim menegaskan fatwa haram sound horeg tidak dikeluarkan secara sembarangan.
Ia menjelaskan fatwa itu melalui tiga tahap, mulai dari kajian teks Al-Quran dan hadis.
Selanjutnya dilakukan kajian konteks di lapangan sebelum proses klarifikasi.
Proses klarifikasi melibatkan banyak tokoh, termasuk ahli kesehatan dan pihak Pemda.
Ia menyebut, dari sisi mudarat, dampak sound horeg dinilai sangat besar bagi masyarakat.
Terlebih, tiga warga Jawa Timur dilaporkan meninggal akibat insiden tertimpa sound horeg.
Prof Halim menegaskan menjaga jiwa menjadi prioritas utama dalam hukum syariat Islam.
Meski sudah difatwakan haram, penegakan aturan sound horeg di lapangan dinilai masih lemah.
Ia menyebut penegakan itu kini menjadi tanggung jawab aparat, bukan lagi MUI.
Prof Halim berharap surat edaran bersama Kapolda dan Pangdam bisa ditindaklanjuti secara nyata.
Sebelumnya pria yang dikenal dengan nama Setyo Budi Mularso membuat pernyataan permintaan maaf secara resmi.
Permintaan maaf itu disampaikan di kediaman Ketua MUI Kabupaten Karanganyar, Dr. Badarudin, pada Rabu (9/9) malam.
Dalam pernyataannya, Setyo mengaku sangat menyesal atas ucapannya terhadap MUI Jawa Timur di acara tersebut.