- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut membantah FP (16), siswi di Kabupaten Karo Sumatera Utara mengalami hilang ingatan seusai menyantap MBG.
Terkini, kondisi FP (16) diketahui belum juga membaik dan masih terus bolak-balik ke rumah sakit.
Pada Kamis (10/9/2026), ia masih mengalami kejang-kejang hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Dinkes Sumut, Faisal Hasrimy mengatakan, penurunan daya ingat yang sempat dialami FP terjadi akibat rasa sakit berlebihan yang dialami siswi tersebut.
Hal ini diakuinya berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan FP di dua rumah sakit yakni RSU Haji Medan dan RSUP H Adam Malik.
Berdasarkan pemeriksaan EEG, kondisi fungsi otak FP dinyatakan dalam keadaan normal.
"Hasil asesmennya normal, secara medis juga sudah bagus. Dua referensi dari Rumah Sakit Haji Medan dan Rumah Sakit Umum Provinsi Haji Adam Malik hasilnya bagus dan EEG-nya normal," kata Faisal pada Kamis (10/9/2026).
Faisal pun menegaskan, kabar yang menyebut FP mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen tidaklah benar.
"Enggak ada (hilang ingatan 70 persen). Iya (sempat hilang ingatan sebentar ketika sudah sadar) tetapi sekarang sudah normal. Dan itu efek dari rasa sakit yang dialaminya berlebihan," tegas Faisal.
Berdasarkan pemeriksaan psikiatri, FP diketahui mengalami trauma.
FP yang dikenal sebagai sosok tertutup mengaku merasa kurang nyaman setelah mendadak jadi sorotan.
Sehingga perubahan perilaku hingga dugaan lupa ingatan ini karena kondisi psikisnya.
"Trauma, karena ya hasil asesmen tiba-tiba jadi fokus perhatian. Dia introvert. Orang pada kaget yang tadi tertutup jadi gembira, ada perubahan perilaku di psikis. Itu hasil dari tes psikiatri yang sudah kami jalani," terangnya.
Hingga saat ini, pihak Dinkes masih terus memantau kondisi FP.
"Pastinya, kita akan terus memantau. Hingga hari ini kondisi Febiona masih dalam perawatan, dan akan kita update kembali nantinya," jelasnya.