Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu terpantau mengalami antrean panjang, pada Jumat (11/9/2026).
Seperti di SPBU 24.382.04 atau di simpang empat kilometer delapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Antrean panjang terjadi sekitar 2 kilometer atau dari depan Panti Sosial Tresna Werdha.
Disisi lain, antrean juga terjadi di SPBU 24.382.05 atau di SPBU Tebeng, Kota Bengkulu, namun antrea tampak tak terlalu panjang.
Untuk kendaraan yang antre itu, tampak mulai dari truk logistik, truk box, mobil box hingga kendaraan pribadi.
Terkait hal itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Pertamina terkait kondisi penyaluran BBM di sejumlah SPBU.
Rico menjelaskan, kapal pengangkut BBM yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada 9 September 2026 telah sampai di Bengkulu pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB.
Menurutnya, kondisi yang terjadi bukan disebabkan oleh kekosongan stok BBM di tangki penyimpanan.
Namun, terdapat jeda waktu dalam proses penyaluran karena kegiatan pembongkaran BBM dari kapal tidak dapat dilakukan secara bersamaan dengan penyaluran ke kendaraan.
"Intinya bukan kosong. Kapalnya juga datang sesuai dengan perkiraan atau jadwal. Hanya ada aktivitas bongkar sehingga ada jeda waktu dalam penyaluran," kata Rico saat dihubungi TribunBengkulu.com, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, ketika kapal sedang melakukan pembongkaran, BBM yang berada di kapal tidak dapat langsung disalurkan ke kendaraan secara bersamaan.
Proses tersebut dilakukan secara bergantian sesuai prosedur yang berlaku.
Kondisi itu kemudian membuat waktu penyaluran di sejumlah SPBU sempat mengalami sedikit kemunduran.
Meski demikian, Rico memastikan penyaluran BBM kembali berjalan. Bahkan, beberapa SPBU sudah menerima pasokan sejak pagi.
Untuk wilayah Kilometer 8 (KM 8), misalnya, pengisian disebut sudah masuk sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara itu, pasokan untuk SPBU di kawasan Tebeng dan Kilometer 6 juga telah masuk pada hari yang sama.
Hal serupa terjadi di kawasan Pagar Dewa dan Padang Jati. Pasokan BBM di kedua wilayah tersebut juga disebut telah terisi sekitar pukul 08.00 WIB.
Rico menegaskan, kondisi tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kelangkaan atau kekosongan BBM.
Menurutnya, stok di dalam tangki masih tersedia, tetapi proses pengisian kembali dari kapal membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan pembongkaran terlebih dahulu.
"Stok di dalam tangki memang masih ada. Hanya saja, ketika kapal datang dan melakukan pembongkaran, tidak bisa sekaligus langsung untuk penyaluran. Jadi bergantian," jelasnya.
Selain itu, pasokan BBM jenis biosolar juga dijadwalkan kembali tiba di Bengkulu. Sebanyak sekitar 3.700 kiloliter (KL) biosolar dikirim dari Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat.
Pasokan biosolar tersebut diperkirakan tiba di Bengkulu pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB.
Rico menyebut, pasokan yang datang tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan stok untuk beberapa hari. Sementara itu, kapal berikutnya juga diperkirakan kembali tiba pada 12 September 2026.
Dengan pola pasokan tersebut, Dinas ESDM Bengkulu bersama Pertamina terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Rico juga menekankan bahwa kedatangan kapal yang bertepatan dengan waktu penyaluran dapat menyebabkan adanya jeda dalam distribusi.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menganggap antrean atau keterlambatan sesaat sebagai tanda BBM mengalami kelangkaan.
Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi stok dan distribusi BBM di SPBU, terutama untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu.