Gabriel Jesus melontarkan kritik tajam kepada jajaran petinggi Arsenal, sembari mengungkap rasa frustrasinya terhadap cara kepergiannya secara mendadak ke Barcelona ditangani. Penyerang asal Brasil itu mengatakan dirinya benar-benar dibiarkan tanpa kejelasan oleh klub Liga Primer tersebut sebelum akhirnya dipaksa berlatih terpisah dari skuad tim utama pada hari-hari terakhirnya di London utara.
Terpinggirkan di Emirates
Jesus akhirnya memecah kebisuannya soal transfer besarnya dari Arsenal ke Barcelona, dengan menyampaikan kritik keras terhadap manajemen klub Inggris itu. Sang penyerang mengungkap adanya putus komunikasi pada pekan-pekan terakhir masa baktinya di Stadion Emirates, dan memberi isyarat bahwa profesionalismenya justru dibalas dengan sikap dingin yang mendadak serta tanpa penjelasan dari pihak yang berwenang.
Jesus dipaksa berlatih sendirian
Pemain internasional Brasil itu memaparkan betapa membingungkannya sesi-sesi latihan terakhirnya di London, dengan menjelaskan bahwa ia disisihkan tanpa ada pembicaraan resmi mengenai masa depannya atau perannya dalam rencana Mikel Arteta.
"Sejujurnya, saya berlatih, saya menjalani seluruh pramusim secara normal bersama Arsenal, dan saya sudah tahu bahwa, mungkin, saya tidak akan terlalu sering bermain atau tidak akan punya banyak kesempatan. Tetapi tidak ada yang memberi tahu saya apa pun," kata Jesus kepada SportyTV. "Saya seorang profesional, tentu saja saya berlatih bersama grup, lalu tiba-tiba mereka membuat saya berlatih terpisah dari grup."
Mantan pemain Manchester City itu mengungkapkan kebingungannya setelah dikeluarkan dari kelompok utama, terlebih karena ia merasa kondisinya sudah siap secara fisik untuk menyambut musim baru. Jesus menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen menjaga kebugaran dan menjalankan tugas profesionalnya, bahkan ketika menjadi jelas bahwa klub memilih bergerak ke arah yang berbeda.
"Saya melakukan yang terbaik [dalam latihan] agar siap, jika saya mendapat kesempatan untuk bermain lagi di level tinggi, lalu pada pekan terakhir [semuanya terjadi] sangat cepat," tambah Jesus, saat mengenang seberapa cepat situasinya di klub memburuk.
Tali penyelamat mendadak dari Blaugrana
Ketika posisinya di Arsenal menjadi tak lagi memungkinkan akibat dikeluarkan dari aktivitas tim utama, solusi pun segera muncul dalam bentuk ketertarikan dari raksasa Katalan tersebut. Jesus menjelaskan bahwa kepindahan ke Camp Nou difasilitasi oleh pembicaraan tingkat tinggi yang melibatkan petinggi Barcelona, yang bergerak tegas begitu mengetahui dirinya tersedia.
Jesus menilai cepatnya proses transfer itu terjadi berkat campur tangan direktur olahraga Barcelona dan presiden klub, yang secara pribadi menghubunginya untuk mengamankan tanda tangannya dalam pekan terakhir bursa transfer yang sibuk. "Kerja Deco, presiden [Barcelona], dan klub... Agen saya luar biasa. Ketika kami yakin bahwa saya punya kesempatan untuk datang, tentu saja saya langsung mengatakan ya, apa pun itu. Sekarang saya sangat senang berada di sini," tutup sang penyerang.
Menatap kehidupan baru di La Liga
Kini setelah menetap di Spanyol, Jesus fokus menghidupkan kembali kariernya di bawah sorotan La Liga. Kepindahan ini menjadi bab penting bagi pemain berusia 29 tahun itu, yang datang ke Arsenal dengan ekspektasi tinggi pada 2022. Meski masa baktinya di London diwarnai momen-momen gemilang dan peran sentral dalam kebangkitan klub, cara pahit kepergiannya jelas meninggalkan bekas.
Bagi Arsenal, kepergian Jesus menandai akhir sebuah era ketika mereka terus mengembangkan opsi lini serang. Bagi sang pemain, bagaimanapun, kepindahan ke Barcelona adalah kesempatan untuk membungkam para peragunya dan menunjukkan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.