15 Siswa SD dan MI se-Donggala Ikuti Lomba Bertutur, Angkat Cerita Rakyat dan Budaya Kaili
Fadhila Amalia September 11, 2026 04:08 PM

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Sebanyak 15 siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Donggala mengikuti Lomba Bertutur digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala, Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Sulawesi Tengah, Kamis (10/9/2026).

Lomba bertutur ini menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan dalam seni bercerita sekaligus memperkenalkan cerita rakyat dan legenda yang berkembang di Kabupaten Donggala.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok 12 September 2026, Leo Jangan Gegabah soal Uang

Pantauan TribunPalu.com, para peserta tampil secara bergantian sejak pagi hingga siang hari di hadapan dewan juri, guru, orang tua, serta jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Donggala.

Tiga orang bertugas sebagai dewan juri yakni Dadan Darusman, Asrianti, dan Jamrin Abubakar.

Dalam penampilannya, para peserta membawakan beragam cerita dengan tema cerita rakyat, legenda, hingga kisah yang mengandung pesan pendidikan.

Sejumlah peserta mengangkat cerita yang berkaitan dengan budaya dan kearifan lokal Donggala, di antaranya legenda Bulu Polumba, asal usul makanan Kaledo hingga kisah Pusentasi (Pusat Laut).

Ada pula peserta yang membawakan cerita bertema pelestarian alam dan nilai-nilai pendidikan lainnya.

Para peserta juga tampil dengan mengenakan pakaian bernuansa budaya Kaili. 

Peserta perempuan mengenakan sampolu sebagai penutup kepala khas perempuan Kaili, sedangkan peserta laki-laki menggunakan siga.

Saat tampil, masing-masing peserta berusaha memberikan penampilan terbaik dengan memperhatikan ekspresi wajah, mimik, intonasi, artikulasi, serta gaya penyampaian cerita.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donggala, Fauziah, mengatakan lomba bertutur bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam seni bercerita dan menyampaikan gagasan di depan umum.

"Tujuannya bagaimana anak-anak diajarkan supaya mampu dalam hal seni bercerita dan punya kemampuan untuk menyampaikan cerita di depan umum," ujarnya.

Menurutnya, cerita yang dibawakan para peserta merupakan cerita rakyat dan legenda yang dikemas dengan nuansa pendidikan.

Baca juga: BREAKINGNEWS : Dugaan Keracunan MBG di Banggai Kepulauan, 36 Orang Dilarikan ke RSUD Trikora

Fauziah mengaku bangga melihat kemampuan 15 peserta yang tampil dalam lomba tersebut. 

Ia menilai seluruh peserta mampu menunjukkan penampilan terbaiknya.

"Anak-anak yang tampil hari ini sangat luar biasa. Rata-rata bagus dalam menyampaikan ceritanya," kata Fauziah.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Donggala itu juga menyebut penentuan juara sepenuhnya diserahkan kepada dewan juri berdasarkan indikator dan kriteria penilaian yang telah ditetapkan.

Fauziah menambahkan, peserta yang meraih juara pertama di tingkat Kabupaten Donggala akan mewakili daerah tersebut pada Lomba Bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Lomba tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 15 September 2026.

Baca juga: Api Membakar Perbukitan Sulewana Poso, Polisi dan Damkar Poso Energy Turun Tangan

"Setelah juara di sini, kita akan ikutkan di tingkat provinsi. Di provinsi tanggal 14-15 ada lomba bertutur tingkat provinsi. Jadi juara di Kabupaten Donggala yang kami bawa dan kirim kembali ke provinsi," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.