Minta Warga Lapor Indikasi Penimbunan BBM Kapolda Sulbar Janji Akan Tindaki Pelaku
Ilham Mulyawan September 11, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta meminta masyarakat aktif memantau, jika terjadi aktivitas penimbunan atau praktik penyalahgunaan distribusi BBM.

Saat ini di semua wilayah Sulawesi Barat, terjadi antrean panjang kendaraan mulai roda dua, roda empat hingga truk dan bus untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax dan Solar.

Baca juga: Tawaran Damai Ditolak Kasus Dugaan Pelecehan Kakak Kelas kepada Adik Kelas di Mamuju Diproses Hukum

Baca juga: Rp2,5 Miliar Digelontorkan untuk DLHK Mamuju, 10 Lebih Armada Roda Tiga Bakal Dibeli

Adi Deriyan menyebutkan, jajaran intelijen kepolisian terus melakukan pemantauan di lapangan, untuk mengidentifikasi berbagai potensi kecurangan yang dapat mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“Rekan-rekan dari intelijen selalu membuka telinga dan mata terkait potensi penimbunan BBM. Kami tidak menutup diri, jika masyarakat memiliki informasi yang akurat, berikan kepada petugas. Pasti akan kami tindak lanjuti dengan tindakan kepolisian,” tegas Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.

Sehingga informasi dari masyarakat sangat penting untuk membantu kepolisian mengungkap apabila terdapat pihak-pihak yang sengaja melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Di sisi lain, Kapolda Sulbar juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena khawatir terhadap isu kelangkaan. 

Kepanikan justru dinilai dapat membuat antrean di SPBU semakin panjang.

ANTREAN BBM - Antrean kendaraan mengular hingga mencapai satu kilometer di SPBU Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulbar, Senin (7/9/2026). Kondisi antrean panjang ini sudah terjadi selama satu pekan terakhir. Warga antre sejak pagi buta.
ANTREAN BBM - Antrean kendaraan mengular hingga mencapai satu kilometer di SPBU Wonomulyo, Kabupaten Polman, Sulbar, Senin (7/9/2026). Kondisi antrean panjang ini sudah terjadi selama satu pekan terakhir. Warga antre sejak pagi buta. (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

Kapolda memastikan distribusi pasokan BBM dari Pertamina tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan pada masing-masing SPBU.

“Masyarakat tidak perlu panik untuk membeli BBM di waktu yang bersamaan. Tetap tertib sesuai aturan dan jangan berebut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama kabar yang belum diketahui sumber dan kebenarannya.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan dan membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi SPBU dalam waktu yang bersamaan.

SPBU di Makassar Buka 24 Jam

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 titik SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar, Sulawesi Selatan melengkapi 11 SPBU yang sebelumnya telah menerapkan layanan 24 jam. 

Penambahan waktu operasional ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap BBM sekaligus mempercepat pelayanan di tengah meningkatnya kebutuhan energi di sejumlah wilayah.

Perpanjangan jam layanan menjadi salah satu langkah Pertamina dalam merespons dinamika antrean BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Dalam tiga bulan terakhir, antrean masih terlihat di sejumlah SPBU, sementara dalam dua hingga tiga hari terakhir peningkatan kepadatan turut terjadi pada penyaluran Pertalite.

Di sisi lain, kebutuhan Solar JBT mengalami peningkatan sekitar 10–15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. 

Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta adanya indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan SPBU 24 jam diharapkan memberi pilihan waktu yang lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan pengisian BBM.

“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik.

“Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” jelas Lilik.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan. 

Pembelian secara wajar membantu menjaga kelancaran distribusi serta memberikan kesempatan bagi pengguna lainnya untuk mendapatkan pelayanan.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan distribusi terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam,” kata Lilik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.