TRIBUNJOGJA.COM - PSS Sleman mengusung misi bangkit pada pekan kedua Super League 2026/2027 menghadapi Madura United di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Kabupaten Sleman, Sabtu (12/9/26) sore.
Kemenangan di laga kandang perdana ini jadi harga mati bagi skuat Super Elang Jawa, setelah pada pertandingan pembuka pekan lalu dipaksa bertekuk lutut dari tuan rumah Bali United dengan skor 2-1.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan, timnya siap tampil habis-habisan demi meraih tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Antusiasme suporter yang dipastikan memenuhi tribun Maguwoharjo International Stadium menjadi dorongan dan motivasi ekstra bagi Laskar Sembada untuk meraup hasil terbaik.
"Target untuk besok tiga poin, ya. Tim ini bermain untuk menang. Baik di kandang atau tandang, tidak ada situasi berbeda. Semoga kita bisa dapat tiga poin," tandasnya dalam Pre-Match Press Conference, Jumat (11/9/26).
"Ini pertandingan pertama PSS di kandang musim ini. Tiket saya dengar juga sudah sold out, ya. Bermain di kandang sendiri, dengan dukungan penuh dari suporter, tentu memberikan motivasi luar biasa," tambah Pieter.
Lebih lanjut, dirinya mengaku sudah mengantongi peta kekuatan Madura United yang musim ini banyak melakukan bongkar pasang pemain di susunan skuatnya.
Menurutnya, tim besutan Jose Manuel Gomez da Silva tersebut tidak bisa diremehkan setelah sukses membekuk Persijap Jepara dengan skor 2-0 di pekan pertama.
Bermodal dukungan penuh Brigata Curva Sud serta Slemania, ia pun percaya diri menginstruksikan Dominikus Dion dan kolega untuk menyerang sejak menit awal.
Mantan pelatih Borneo FC tersebut menegaskan, tidak akan memberikan ruang untuk Hugo Gomes dos Santos Silva dan kawan-kawan leluasa berkreasi di lapangan.
"Kita sudah tahu, kita sudah persiapan. Pasti nanti kita press mereka. Kita bisa lihat, mereka tim yang suka main (possesion) kalau dikasih ruang. Tapi, lihat bagaimana nanti, kita akan press langsung," tegasnya.
Kendati demikian, persiapan Super Elang Jawa menjelang pertandingan krusial ini terkendala kesiapan fisik deretan penggawa, yang kondisinya cenderung meragukan.
Sebut saja gelandang Frederic Injai yang harus istirahat panjang, kemudian striker Melvyn Lorenzen dan winger serba bisa Stevan Askovski yang kebugarannya masih tanda tanya.
Namun, kabar baiknya, talenta belia Muhammad Isfandyar sudah tersedia, setelah kembali dari tugas negara membela Timnas U-20 di Kualifikasi Piala Asia.
Pieter bilang, kembalinya gelandang berusia 19 tahun tersebut jadi suntikan energi positif, untuk memperkuat lini tengah Laskar Sembada di laga kontra Madura United.
"Stefan untuk bisa main 90 menit, kita harus cek. Termasuk Melvyn, kita masih melihat kondisinya. Tapi, kita senang Isfandyar sudah kembali dari Timnas. Dia pemain prospektif, punya kualitas bagus, pasti sangat membantu," terangnya. (aka)