TRIBUNGORONTALO.COM – Masyarakat bisa datang langsung ke pusat pelayanan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Di tempat inilah semua warga dapat mendonorkan darah, sementara kebutuhan darah rumah sakit dipenuhi melalui layanan UTD tersebut.
Sementara itu, PMI Provinsi Gorontalo lebih berperan dalam pelayanan administrasi serta membangun kerja sama untuk berbagai kegiatan, termasuk aksi donor darah.
Hal tersebut disampaikan oleh petugas PMI Provinsi Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com di kantornya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo, Yahya Ibrahim.
"Oh, iya kalau untuk data dan lain sebagainya langsung ke UTD Kota Gorontalo saja," ungkapnya saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui panggilan WhatsApp, Jumat (11/9/2026).
Sebelumnya, Kepala Markas PMI Kota Gorontalo, Irfan Gani, mengatakan bahwa UTD PMI Kota Gorontalo saat ini menangani kebutuhan darah untuk sekitar 11 rumah sakit yang tersebar di Provinsi Gorontalo. Dalam satu bulan, darah yang disalurkan UTD untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit mencapai sekitar 800 hingga 1.000 kantong.
"Kalau kita hitung-hitung dalam sebulan hampir 800-1.000 kantong. Perminggu 300-400 yang keluar," kata Irfan saat ditemui TribunGorontalo.com.
Sementara itu, dari sisi pasokan, UTD PMI Kota Gorontalo rata-rata menerima sekitar 1.300 kantong darah hasil donor setiap bulannya.
Setiap kantong darah yang didonorkan memiliki volume sekitar 350 cc. Artinya, jika dikalkulasikan, ratusan liter darah dikumpulkan melalui aktivitas donor setiap bulan untuk kemudian dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan.
Aktivitas tersebut menjadikan UTD PMI Kota Gorontalo sebagai salah satu titik vital dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien di Gorontalo. Namun, jumlah kebutuhan darah tidak selalu sama setiap waktu, begitu pula dengan ketersediaan stok setiap golongan darah. Irfan menjelaskan bahwa golongan darah O menjadi yang paling banyak diminta oleh rumah sakit, disusul oleh golongan darah A.
"Permintaan paling banyak golongan darah O, kedua A. tapi kadang juga kosong," katanya.
Kondisi tersebut menyebabkan kegiatan donor darah secara rutin tetap sangat diperlukan.
Irfan menjelaskan bahwa PMI terus mendorong masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup dan kegiatan rutin, bukan hanya dilakukan saat ada keluarga atau kerabat yang sedang membutuhkan transfusi. Menurutnya, cakupan program donor darah di Gorontalo masih perlu ditingkatkan.
Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak kegiatan donor darah berkolaborasi dengan pemerintah, BUMN, kampus, komunitas, maupun organisasi lainnya.
"Upaya kita lakukan adalah melakukan kegiatan donor darah," ujarnya.
Selain menggelar aksi donor, PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini dinilai penting untuk memberikan pemahaman bahwa mendonorkan darah dapat dilakukan secara berkala selama calon pendonor memenuhi persyaratan kesehatan.
"Di Gorontalo program donor darah masih kurang, kita juga melakukan edukasi," katanya.
Jika sebelumnya kegiatan donor dilakukan tiga bulan sekali, kini PMI mendorong agar kegiatan tersebut dapat dilakukan lebih sering.
"Dulu tiga bulan sekali, sekarang bisa dua bulan sekali," ungkapnya.
Sejumlah aksi donor darah yang telah dilaksanakan menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Kegiatan donor darah di puskesmas berhasil mengumpulkan lebih dari 20 kantong, aksi donor bersama mahasiswa di Pertamina menghasilkan hampir 100 kantong, sedangkan kegiatan bersama Pemerintah Kota Gorontalo berhasil mengumpulkan sekitar 80 kantong.
"Di puskesmas kemarin 20 kantong lebih. Kemarin kegiatan Pertamina ada hampir 100 kantong. Kemarin dengan Pemkot juga dapat 80 kantong," jelas Irfan.
Baca juga: Warga Laporkan Dugaan Pungli saat Cek Fisik Kendaraan, Samsat Gorontalo Angkat Bicara
Bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya, pelayanan langsung tersedia di UTD PMI Kota Gorontalo yang berlokasi di Jl. Sultan Botutihe No. 14, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Layanan donor darah di UTD tersebut dibuka selama 24 jam penuh.
Sebelum proses pengambilan darah, calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi tubuh memenuhi syarat. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar hemoglobin, serta kondisi kesehatan secara umum. Calon pendonor juga diimbau memberikan informasi yang jujur kepada petugas terkait riwayat kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Secara umum, donor darah dapat dilakukan oleh masyarakat yang memenuhi ketentuan usia dan berat badan serta dinyatakan layak berdasarkan hasil pemeriksaan petugas. Pendonor dianjurkan untuk cukup tidur, serta telah makan dan minum sebelum mendonor. Kelayakan akhir calon pendonor tetap ditentukan sepenuhnya oleh petugas UTD berdasarkan hasil pemeriksaan.
PMI Kecamatan Didorong Aktif Edukasi
Guna memperluas gerakan donor darah, PMI Kota Gorontalo mengaktifkan kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Irfan menegaskan bahwa keberadaan pengurus di tingkat kecamatan sangat krusial karena lokasinya lebih dekat dengan masyarakat.
"Pengurus kota itu sampai tingkat kecamatan, dan sudah aktif. Kenapa kecamatan, karena lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Ke depan, pengurus di tingkat kecamatan akan didorong untuk membantu memperluas sosialisasi sekaligus menggerakkan masyarakat agar lebih rutin mendonorkan darah.
"PMI Kota akan mengaktifkan untuk melakukan edukasi, untuk kegiatan donor darah," katanya.
Dengan rata-rata 1.300 kantong darah terkumpul setiap bulan, UTD PMI Kota Gorontalo memegang peranan penting dalam menjaga ketersediaan pasokan darah. Di sisi lain, tingginya permintaan dari rumah sakit yang mencapai 800 hingga 1.000 kantong per bulan menunjukkan bahwa kebutuhan akan darah terus berjalan secara berkesinambungan.
Setiap kantong yang berisi sekitar 350 cc darah menyimpan harapan besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi, keluarga yang menunggu, serta tenaga kesehatan yang bertugas.
Oleh karena itu, PMI mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk mendonor secara berkala tanpa menunggu stok darah menipis atau ada kerabat yang membutuhkan. Satu kantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan nyawa mereka yang membutuhkan. (*)