Penjelasan BMKG Soal Gempa M3,8 di Pariaman: Dipicu Aktivitas Zona Subduksi
Rezi Azwar September 11, 2026 11:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gempa bumi magnitudo 3,8 yang mengguncang Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat (11/9/2026) malam.

Guncangan gempa tektonik ini terjadi sekitar pukul 20.08 WIB dipicu oleh aktivitas zona subduksi.

Guncangan dilaporkan dirasakan hingga skala II MMI di wilayah Padang dan Pariaman, namun BMKG memastikan tidak ada potensi gempa susulan maupun laporan kerusakan.

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Tony Agus Wijaya, dalam keterangan resminya meminta masyarakat tetap tetang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Antisipasi Warga Terpapar Kabut Asap Karhutla, Bank Nagari Salurkan 204.500 Masker di Sumbar

Kata dia, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M3,8.

Episenter gempa terletak pada koordinat 0.56° LS ; 99.84° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 34 km barat Pariaman, Sumbar, pada kedalaman 70 km.
    
"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa, merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas zona subduksi," ujar Tony Agus Wijaya.

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi dirasakan di Padang, Pariaman II MMI. Untuk getarannya hanya terekam oleh alat atau dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," tambahnya.

Hingg pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktifitas gempa bumi susulan (aftershock).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.