TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kualitas udara di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai membaik setelah beberapa hari terdampak kepulan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data Posko Siaga Darurat Karhutla Kaltim Jumat (11/9/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter PM2.5 kini berada pada kategori sedang.
Dari pantauan TribunKaltim.co, Sabtu (12/9/2026) dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH), terlihat hasil pengukuran ISPU di Kaltim menunjukkan warna biru, kuning hingga hijau.
Selengkapnya ISPU Kaltim pagi ini sekitar pukul 07.00 Wita di sejumlah stasiun pemantauan adalah sebagai berikut:
Baca juga: 10 Wilayah dengan Kualitas Udara Terburuk 30 Agustus 2026: Kutai Barat Masuk Daftar dengan ISPU 346
Sebagai informasi, ISPU adalah angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kualitas udara ambien (udara bebas di lingkungan) di suatu lokasi dan waktu tertentu.
Informasi resmi mengenai ISPU di Indonesia dikelola dan dipantau berdasarkan standar dari KemenLH
Berdasarkan tingkat keparahannya, nilai ISPU dibagi menjadi 5 kategori warna:
Sebelumnya, ISPU Kaltim sempat berada pada kategori tidak sehar akibat dampak karhutla di sejumlah wilayah.
Kini kualitas udara Kaltim membaik dibandingkan hari sebelumnya.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, membaiknya kualitas udara tidak terlepas dari operasi penanganan karhutla yang dilakukan secara terpadu.
Menurutnya, personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman melalui jalur darat maupun udara di sejumlah daerah yang masih terdapat titik api.
“Penurunan tingkat pencemaran udara ini adalah bukti nyata kerja keras tim gabungan. Ketika darat dan udara bergerak bersama, ancaman karhutla bisa kita tekan secepat mungkin,” ujar Seno Aji di Samarinda, Jumat (11/9/2026).
Provinsi Kaltim terletak di bagian timur Pulau Kalimantan.
Ibukota Kaltim adalah Kota Samarinda.
Indikator Kesehatan: Menunjukkan seberapa bersih atau tercemarnya udara serta dampaknya terhadap kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Panduan Aktivitas: Membantu masyarakat menentukan langkah pencegahan atau keputusan sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Bahan Pengendalian: Menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pengendalian pencemaran udara
Nilai ISPU dihitung berdasarkan pemantauan beberapa parameter pencemar udara utama, antara lain:
Sebanyak 4.068 personel gabungan dikerahkan untuk penanganan karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Paser, Berau, dan Kota Samarinda.
Selain pemadaman dari darat, operasi udara juga dilakukan menggunakan helikopter.
Water bombing telah dilakukan sebanyak 33 kali untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Meski kualitas udara mulai membaik, Seno mengingatkan kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.
Pasalnya, musim kemarau masih berlangsung dan potensi munculnya titik api baru tetap terbuka di sejumlah wilayah Kaltim.
“Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Siaga penuh harus terus dijaga, terutama di kabupaten dan kota yang menjadi langganan titik panas,” tegasnya.
Seno juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Ia meminta masyarakat ikut menjaga kondisi lingkungan agar kualitas udara tetap terjaga dan dampak karhutla terhadap kesehatan warga dapat ditekan.
“Mari jaga bersama lingkungan kita. Jangan lagi ada pembakaran lahan sembarangan agar kualitas udara di Kaltim tetap aman dan sehat untuk anak cucu kita,” pungkasnya.
Baca juga: Kualitas Udara Paser Membaik, Wabup Ikhwan Antasari Tetap Minta Pelaku Karhutla Ditindak Tegas
(TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)