Gelombang Besar jadi Kendala Evakuasi 22 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 ke Banjarmasin
Ratino Taufik September 15, 2026 06:04 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Proses evakuasi 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 yang berada di kapal kayu KM Cahaya Bahari sempat terkendala kondisi gelombang laut, Senin (14/9/2026.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, kapal kayu yang membawa 22 korban tersebut tidak berani mendekat ke kapal yang akan membawa mereka menuju Banjarmasin karena kondisi ombak terlalu besar.

“Tadi pagi pada saat transfer dengan kapal yang akan mengangkut ke sini, karena ombak yang terlalu besar tidak berani mendekat,” ujar Syafii dalam konferensi pers, Senin malam.

Meski demikian, upaya transfer tetap dilakukan, meski proses pemindahan korban tidak berjalan mulus.

Bahkan, dua kapal sempat mengalami benturan saat proses transfer.

Baca juga: Kapolda Kalsel Jelaskan Soal Identifikasi Jenazah Korban KM Virgo Transport, Minta Keluarga Melapor

“Pada saat kita transfer dua kapal kita ada yang sempat berbenturan sehingga harus dilaksanakan perawatan,” katanya.

Karena kondisi tersebut, Syafii mengatakan, proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal kecil untuk memindahkan korban menuju KRI Nala.

Setelah itu, KRI Nala bergerak membawa korban menuju Banjarmasin. Namun, kapal tersebut tidak dapat langsung bersandar di Pelabuhan Trisakti karena ukurannya.

“Karena memang besarnya kapal tersebut tidak mungkin untuk bisa bersandar di dermaga ini. Sehingga harus dilaksanakan transfer yang ulang kepada kapal KAL Kumai milik TNI Angkatan Laut juga,” jelasnya.

Saat konferensi pers berlangsung, proses pemindahan korban dari KRI Nala ke KAL Kumai masih dilakukan.

KAL Kumai direncakan tiba di Pelabuhan Trisakti pada Selasa (15/9/2026) pagi.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.