Distribusi Air Bersih Samarinda Kembali Normal, Gangguan Akibat Air Laut Tersisa di IPA Bentuas
Rita Noor Shobah September 15, 2026 07:09 AM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Distribusi air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mulai kembali normal setelah gangguan akibat intrusi air laut di Sungai Mahakam berangsur menurun.

Sebagian besar Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni fasilitas yang mengolah air baku menjadi air yang dapat didistribusikan kepada masyarakat, kini sudah kembali beroperasi secara normal.

Sebelumnya, sebanyak 10 IPA Perumda Tirta Kencana terdampak peningkatan kadar klorida pada air baku. 

Baca juga: Agenda Pemkot Samarinda 15 September 2026: Launching KEMAS, Rapat Kekeringan dan Pasokan Air Bersih

Klorida merupakan senyawa yang menjadi salah satu indikator keberadaan garam dalam air. 

Peningkatan kadar tersebut terjadi akibat intrusi air laut, yaitu masuknya air laut ke sumber air tawar.

Hingga Senin (14/9/2026), mayoritas IPA telah kembali beroperasi normal. 

Hanya IPA Bentuas yang masih mengalami gangguan karena kadar klorida air baku masih berada di atas ambang batas.

Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kadar klorida di mayoritas IPA telah kembali berada di bawah ambang batas aman 250 parts per million (ppm).

"Untuk informasi, per tanggal 14 September 2026, hari ini kita sudah ke kondisi normal," kata Cevi, Senin (14/9/2026).

Ia menjelaskan, hasil pemantauan laboratorium pada Sabtu (12/9/2026) menunjukkan kadar klorida di sejumlah IPA masih berada dalam status siaga. 

Baca juga: Suplai Air Bersih IPA Bantuas Samarinda Masih Terapkan Sistem Buka-Tutup karena Kadar Klorida Tinggi

Sehari berikutnya, Minggu (13/9/2026), masih terdapat tiga IPA yang terdampak, yakni Bentuas, Pulau Atas, dan Palaran.

Namun, kondisi tersebut berangsur membaik. Hingga Senin, IPA Pulau Atas dan Palaran telah kembali berproduksi penuh.

"Hari ini kita sudah kembali ke normal, dalam artian cuma Bentuas saja yang tidak operasi penuh, masih kadar kloridanya tinggi," jelasnya.

IPA Bentuas Dioperasikan Secara Situasional

Untuk IPA Bentuas, penghentian operasional tidak dilakukan sepanjang hari.

Perumda Tirta Kencana masih mengoperasikan fasilitas tersebut secara situasional dengan memantau kadar klorida air baku Sungai Mahakam.

Jika kadar klorida turun di bawah 250 ppm, pompa produksi akan kembali diaktifkan.

Sebaliknya, operasional akan dihentikan sementara apabila kadar garam kembali melampaui ambang batas.

Bantuan Air Bersih Difokuskan ke Bentuas

Seiring kondisi mayoritas IPA yang kembali normal, bantuan distribusi air bersih kini difokuskan ke kawasan Bentuas, Kecamatan Palaran.

Cevi mengatakan terminal air gratis di sejumlah wilayah lain telah ditutup karena pelayanan air bersih sudah kembali normal. Bantuan masih disiapkan untuk warga yang terdampak gangguan IPA Bentuas.

"Bantuan-bantuan air ini cuma IPA Bentuas saja. Yang lain sudah, IPA Sungai Kapih atau yang lain sudah mengalir ini," ujarnya.

Baca juga: Debit Air Menurun, PPU Perdalam Sumber Air Sotek dan Genangan Lawe-Lawe dengan Anggaran Rp1,9 Miliar

Menurut Cevi, layanan bantuan air di wilayah lain akan kembali dibuka apabila kondisi distribusi memburuk. Penutupan terminal air gratis juga dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan air bantuan.

"Takutnya nanti kan kita digunakan sama oknum-oknum lain untuk menjual air kita atau apa, makanya kita tutup untuk kondisi normal sekarang," terangnya.

Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan kondisi distribusi yang kembali normal dengan menampung air secukupnya dan menggunakannya secara bijak.

Pasalnya, Perumda Tirta Kencana masih akan memantau perkembangan kondisi air baku dalam 10 hari ke depan. Hujan di wilayah hulu Sungai Mahakam maupun Kota Samarinda diharapkan dapat membantu mencegah kembali terjadinya intrusi air laut.

"Mudah-mudahan di hulu ada hujan, di Samarinda ada hujan juga, mudah-mudahan tidak ada lagi intrusi air asin lagi," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.