TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Warga Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mendapat teror dari orang tidak dikenal (OTK) pada malam hari.
Pintu rumah warga digedor hingga dilempari batu.
Hal tersebut membuat masyarakat resah.
Sebab, aksi tersebut dilaporkan sudah berlangsung selama sembilan malam berturut-turut.
Informasi dihimpun Tribun-Sulbar.com, Selasa (15/9/2026) dini hari, OTK tersebut sulit dikenali karena mengenakan baju hitam, penutup kepala, dan masker.
Baca juga: Sering Teror Warga, Buaya 3 Meter Ditangkap di Desa Waeputeh Mamuju Tengah
Baca juga: BREAKING NEWS: Siswa SD di Tabolang Mamuju Tengah Diterkam Buaya
Ketua pemuda sekaligus saksi mata, Dirham Syauqi, menyebut sosok tersebut bertubuh tinggi dan besar.
“Iya betul, wujudnya manusia, sudah sembilan malamnya ini sosok itu muncul dan menggedor-gedor keras pintu rumah warga setiap malam,” ujar Dirham saat ditemui di lokasi, Dusun Bumi Tangkou, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.
Lokasi kejadian berjarak sekitar 10 hingga 15 kilometer dari Tobadak, ibu kota Mamuju Tengah.
Dirham menambahkan, aksi OTK tersebut semakin meresahkan warga.
Selain menggedor pintu dengan keras, sosok itu mulai melempar batu berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Warga juga melaporkan sosok tersebut sempat mengintip rumah.
“Ciri-cirinya itu, tinggi besar, pakai masker dan kepalanya ditutupi, jadi sulit dikenali apalagi saat malam hari,” tambahnya.
Menurut Dirham, kemunculan OTK tersebut tidak bisa diprediksi.
Biasanya, sosok itu memulai aksinya sekitar pukul 19.00 WITA hingga pukul 04.00 dini hari.
Dirham mengaku pernah melihat langsung sosok tersebut bersama empat pemuda saat awal kemunculannya.
Atas kejadian itu, Dirham bersama ratusan warga lainnya mulai siaga dan berpatroli pada malam hari.
Ia menyebut sosok tersebut kembali muncul di Dusun Tangkou dan melakukan aksi serupa, yakni menggedor keras pintu rumah warga.
Pada waktu hampir bersamaan, di Dusun Bumi Tangkou, rumah warga dilempari batu berukuran besar.
Saat ratusan warga mengejar dan mengepung, OTK tersebut disebut selalu berhasil meloloskan diri.
“Anehnya, ketika ia terkepung dan terdesak, percaya tidak percaya sosok itu langsung menghilang,” ujar Dirham dengan nada heran.
“Kami pernah mengepung di atas bukit, namun setelah tiba di puncak sosok itu tidak kami temukan,” sambungnya.
Menurut kesaksian sejumlah warga, sosok misterius tersebut juga membawa senter dan senjata tajam jenis parang.
Sehingga saat ratusan warga berpatroli, mereka membawa senjata tajam dan senter untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu sosok tersebut menyerang.
Hingga kini, identitas dan motif kemunculan sosok tersebut belum diketahui.
Belum dapat dipastikan apakah aksinya memang untuk meneror warga atau memiliki motif lain.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah