TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE -- PSM Makassar akan memulai laga kandang perdananya tanpa penonton di Super League musim 2026/2027.
Laga PSM Makassar vs Arema FC di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (13/9/2026).
Meski tanpa penonton, pihak keamanan tetap menyiagakan 218 personel gabungan mengamankan jalannya pertandingan.
Rincian 179 personel Polri yakni 148 personel Polres Parepare dan 31 personel Batalyon Brimob, 20 personel TNI dari Kodim dan Denpom, 19 personel dari unsur Pemkot Parepare yaitu Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran.
Kapolres Parepare, AKBP Phunky Mahendra Borniawan, mengatakan pengawalan ketat tetap akan diberikan sebagai bentuk komitmen dan dukungan penuh kepolisian di setiap laga Super League di Parepare.
Baca juga: Arema FC Siapkan Tiga Skenario Lawan PSM Makassar, Waspadai Sayap dan Lini Tengah Juku Eja
"Meski tanpa penonton, tetap ada personel gabungan demi kelancaran laga, ini sebagai bentuk dukungan kami," katanya kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (12/9/2026).
Sejumlah aturan yang harus dipatuhi personel gabungan saat mengamankan laga.
Tidak boleh membawa senjata api (senpi) maupun gas air mata.
"Mari kita bersama-sama menyukseskan kompetisi ini. Ada aturan yang wajib dipatuhi. Anggota tidak boleh membawa senpi maupun gas air mata," tambah AKBP Phunky Mahendra yang mulai bertugas di Parepare per 5 Agustus 2026.
Aparat juga tidak diperkenankan berada di lapangan hijau, kecuali atas permintaan panitia pelaksana.
Sanksi Komdis
PSM Makassar tanpa dukungan suporter buntut sanksi dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI musim lalu.
Sebanyak dua pertandingan kandang tanpa penonton Super League 2026/2027.
Yaitu melawan Arema FC pekan kedua dan Persita Tangerang pekan ketiga.
Tribune Selatan Stadion BJ Habibie harus ditutup selama semusim penuh.
Hal ini disampaikan Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin saat Sarasehan dan Talkshow Suara ke-12 PSM Fest di Pantai Indah Bosowa, Minggu (30/8/2026).
Pantai Indah Bosowa berada Jl Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Jadi PSM Makassar dapat sanksi disiplin dual laga home tanpa penonton dan pengosongan Tribune Selatan selama semusim,” katanya.
Sanksi tersebut menjadi konsekuensi yang harus dijalani bersama.
Ia pun mengajak seluruh suporter PSM Makassar menutup lembaran buruk musim lalu.
Jangan ada saling menyalahkan. Mari duduk bersama dan berkolaborasi menghadapi segala tantangan menanti di depan.
Sebab, manajemen tak bisa berjalan sendiri mengembalikan kejayaan PSM Makassar. Pihaknya butuh keterlibatan suporter.
“Kita butuh kolaborasi sebanyak mungkin untuk kembalikan PSM Makassar ke posisi seharusnya, itu kita harapkan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan, sanksi pengosongan Tribune Selatan bukan ditujukan untuk memboikot kelompok suporter tertentu.
Tribune Selatan diisi oleh kelompok suporter Curva Sud Mattoanging (CSM) dan PSM Fans.
“Bukan boikot kelompok tertentu, tribunenya ditutup,” sebutnya.
Fajrin mengaku penutupan Tribune Selatan semusim penuh sangat merugikan secara teknis dan materi.
Secara teknis, PSM Makassar kehilangan sekira 1.000-an suporter yang selalu hadir mendukung.
“Penutupan itu merugikan karena secara kebutuhan teknis, kami kehilangan 1.000 suporter yang selalu bernyanyi, memberi tambahan energi bagi kami selama 90 menit,” akunya.
Sedangkan dari segi materi, PSM Makassar kehilangan potensi pendapatan tiket.
Dengan asumsi 1.000 tiket terjual dengan harga Rp50 ribu dalam 17 laga kandang, potensi pendapatan yang hilang mencapai sekitar Rp850 juta.
“Itu kehilangan PSM Makassar dari sisi materi. Kita sama-sama kehilangan,” ucapnya.(*)