Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Rabu 16 September 2026 Besok, Hujan di Delapan Kabupaten dan Kota
muslimah September 15, 2026 11:11 AM

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Rabu 16 September 2026 Besok, Hujan di Delapan Kabupaten dan Kota

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng), Rabu 16 September 2026 Besok.

Dari seluruh wilayah Jateng yang terdiri atas 35 kabupaten kota, besok Terdapat delapan wilayah yang diprediksi turun hujan.

Hujan turun kisaran sore hingga malam hari hari. 

Selebihnya, cuaca diprediksi cerah dan cerah berawan.

Baca juga: Faiz Meninggal Usai SKNC Pekalongan, Keluarga Minta Jangan Dikaitkan Dugaan Ritual Satanic: Kasihan

Demikian antara lain info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Agar aktivitas tak terganggu, persiapkan diri kalian sebaik mungkin.

Berikut prediksi cuaca lengkap esok hari:

Hujan Ringan

  1. Banjarnegara
  2. Batang
  3. Boyolali
  4. Kendal
  5. Magelang
  6. Pekalongan
  7. Temanggung
  8. Wonosobo

Cerah Berawan

  1. Banyumas
  2. Blora
  3. Brebes
  4. Cilacap
  5. Demak
  6. Grobogan
  7. Jepara
  8. Karanganyar
  9. Kebumen
  10. Klaten
  11. Kota Magelang
  12. Kota Pekalongan
  13. Kota Salatiga
  14. Kota Semarang
  15. Kota Surakarta
  16. Kota Tegal
  17. Kudus
  18. Pati
  19. Pemalang
  20. Purbalingga
  21. Purworejo
  22. Rembang
  23. Semarang
  24. Sragen
  25. Sukoharjo
  26. Tegal
  27. Wonogiri

Suhu udara rata-rata antara 14 derajat celcius hingga 36 derajat celcius.

Kecepatan angin rata-rata antara 5 km per jam hingga 11 km per jam.

Puncak Kemarau di Jateng

BMKG memprediksi puncak kekeringan di Jateng terjadi Agustus-September 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah menyediakan sebesar 123 juta liter air bersih di 18 Kabupaten/kota yang berpotensi terancam bencana kekerinan. Namun, distribusi air bersih itu terancam terkendala kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, air bersih sebanyak 123 juta liter sudah siap didistribusikan. Pihaknya saat ini telah melakukan pemetaan termasuk alat distribusi.

"Kami masih melakukan kajian dan penghitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi," terangnya dalam rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (POK) triwulan I-2026, di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang,  dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, informasi dari BMKG pengaruh El Nino pada tahun 2026 akan berdampak kemarau lebih lama di Jateng.

Ancaman kemarau tahun ini juga diprediksi tidak jauh berbeda dengan puncak kemarau ekstrem tahun 2019 dan tahun 2023.

Untuk itu, pihaknya telah memetakan ketersediaan air di Jateng yang diperkirakan mencapai angka 123 juta liter air.

"Kemarau mulai terjadi di Jateng pada Juni mendatang," ungkapnya.

Klaten Paling Banyak Stok Air

Bergas merinci,  ketersediaan air bersih di Jateng paling banyak di Klaten yang mencapai angka 57,6 juta liter, Boyolali 13,4 juta liter, Kabupaten Semarang 12,9 juta liter, Blora 5,1 juta liter, Purworejo 5,06 juta liter, Wonosobo 5 juta liter, Purbalingga 4,4 juta liter, Wonogiri 3,7 juta liter,  Banjarnegara 3,6 juta liter, Grobogan 3,1 juta liter.

Sebaliknya, ketersediaan air yang dilaporkan terendah di Batang 331 ribu liter, Kota Salatiga  250 ribu liter, Demak 150 ribu liter, Kabupaten Pekalongan 80 ribu liter.

Adapula beberapa daerah yang tidak melaporkan ketersediaan airnya karena merasa tidak pernah terdampak.

"Ya semisal Kota Solo dan Kota Magelang," ungkapnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan kekeringan akan dilakukan penanganan secara bersama-sama di antaranya dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kami akan koordinasikan lagi termasuk dengan beberapa pelibatan BUMD juga akan kami kondisikan agar dampak kemarau bisa dikurangi termasuk dampak ke swasembada pangan," terangnya.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.