Alumni Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Berkarier Jadi Operator CCR di PLTU Sebalang
Endra Zulkarnain September 15, 2026 11:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi kebutuhan dunia industri yang semakin dinamis.

Hal itu dibuktikan Arif Maulana, S.T, alumni Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia yang kini meniti karier sebagai Operator Central Control Room (CCR) di PLTU Sebalang, Lampung Selatan.

PLTU Sebalang merupakan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara milik PT PLN (Persero) yang berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Sebagai Operator CCR, Arif memiliki tanggung jawab penting dalam memantau, mengendalikan, dan mengoperasikan berbagai sistem serta peralatan utama pembangkit melalui ruang kendali pusat.

Bagi Arif, perjalanan menuju dunia industri tidak terlepas dari pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia.

Selain mendapatkan pembelajaran akademik, ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa S1 Teknik Elektro (HIMA S1 Teknik Elektro).

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika ia memasuki dunia kerja, terutama dalam membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kerja sama dalam tim.

“Alhamdulillah saya bisa bekerja di PLTU Sebalang sebagai Operator CCR. Ilmu yang saya dapat di kampus sangat berguna, apalagi saat praktik di laboratorium,” ujar Arif.

Arif menilai pembelajaran yang diperolehnya selama kuliah memberikan gambaran mengenai kondisi yang akan dihadapinya di dunia kerja.

Menurutnya, kegiatan praktik di laboratorium menjadi salah satu pengalaman yang paling membantu ketika harus beradaptasi dengan lingkungan industri.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap para dosen dan fasilitas yang tersedia di Universitas Teknokrat Indonesia.

“Dosennya baik-baik dan selalu support. Fasilitas di Teknokrat sudah lengkap, mulai dari laboratorium, ruang praktik, hingga sarana penunjang akademik lainnya,” ungkapnya.

Menurut Arif, kesesuaian antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan industri juga menjadi nilai penting.

Ia merasakan, pengalaman akademik dan praktik yang diperoleh selama kuliah membuat dirinya lebih siap ketika memasuki dunia kerja.

“Kurikulum di kampus juga sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, jadi kami tidak kaget saat masuk industri,” tambahnya.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, Arif juga membawa pengalaman organisasi yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa.

Keterlibatannya sebagai Wakil Ketua HIMA S1 Teknik Elektro memberikan pengalaman dalam mengelola kegiatan, berkoordinasi dengan rekan mahasiswa, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan tanggung jawab bersama.

Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan tuntutan pekerjaan di industri pembangkitan listrik yang membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Keberhasilan Arif menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

Capaian Arif mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs.

Ia menilai keberhasilan alumni berkarier di sektor energi menjadi salah satu bukti bahwa lulusan Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing di dunia industri.

“Kami bangga dengan alumni yang mampu bersaing dan bekerja di industri energi nasional. Ini bukti bahwa lulusan Teknokrat memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menegaskan, kampus terus melakukan penguatan kualitas pembelajaran dan fasilitas untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri.

“Teknokrat berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap kerja. Kurikulum kami terus dievaluasi agar selaras dengan kebutuhan industri. Fasilitas laboratorium dan praktik juga terus kami lengkapi agar mahasiswa memiliki pengalaman langsung sebelum terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan alumni seperti Arif menjadi motivasi bagi kampus untuk terus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia industri.

Dengan pembelajaran yang relevan, fasilitas praktik yang memadai, serta pengembangan soft skill melalui berbagai aktivitas mahasiswa, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi di tempat kerja.

Berkontribusi pada Sektor Energi dan Pembangunan Berkelanjutan

Karier Arif di sektor ketenagalistrikan juga menjadi bagian dari kontribusi sumber daya manusia terdidik terhadap pembangunan nasional.

Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan kemudian diterapkan dalam pekerjaan yang berkaitan langsung dengan operasional pembangkitan energi listrik.

Keberhasilan tersebut sekaligus sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi mahasiswa, pembelajaran berbasis praktik, dan kurikulum yang diarahkan agar relevan dengan kebutuhan industri.

Kedua, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui penyiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ketenagalistrikan dan mampu berkontribusi pada sektor energi.

Ketiga, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pendidikan yang mendorong lulusan memiliki keterampilan dan kesiapan untuk memasuki serta berkembang di dunia kerja.

Perjalanan Arif dari bangku kuliah hingga menjadi Operator CCR di PLTU Sebalang menunjukkan pendidikan, pengalaman organisasi, praktik laboratorium, dan dukungan lingkungan akademik dapat menjadi bekal penting dalam membangun karier. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.