TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Persoalan irigasi, stunting, penerangan jalan umum (PJU), hingga pemberdayaan pemuda menjadi aspirasi warga Desa Jurangjero, Kecamatan Karanganom, Klaten, saat program Sambung Rasa digelar, Jumat (11/9/2026).
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo didampingi jajaran pimpinan di lingkungan Pemkab Klaten hadir langsung di pendopo desa.
Ia berdialog dengan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari Gapoktan, kader Posyandu, BPD, Karang Taruna, hingga ketua RT/RW.
Suasana dialog berlangsung interaktif. Warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sementara Bupati Hamenang merespons sejumlah aspirasi dengan rencana tindak lanjut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Kepala Desa Jurangjero Ali Murtono mengatakan desanya memiliki luas 186 hektare, dengan sekitar 142 hektare di antaranya merupakan lahan pertanian produktif.
Sebagian besar kebutuhan pengairan pertanian mengandalkan Daerah Irigasi (DI) Pongok Kanan.
Namun, saluran irigasi Bendung Bungkusan saat ini mengalami kerusakan dan tertutup material runtuhan.
"Pada prinsipnya saluran ini menjadi kewenangan dari Kabupaten via DPUPR. Untuk itu kami sampaikan sampaikan bahwa saluran irigasi Bendung Bungkusan ini mengampu 20 persen irigasi di wilayah Desa Jurangjero dan 40 persen wilayah Desa Brangkal. Ini sangat berpengaruh pada produktivitas dan upaya ketahanan pangan yang ada di desa kami," kata Ali.
Baca juga: Pemda DIY Targetkan Perputaran Uang 20 Kali Lipat di SiBakul Jogja Sports and Fest 2026
Ia meminta normalisasi dan pembangunan saluran dilakukan secara terpadu karena persoalan serupa kembali terjadi meski usulan perbaikan telah disampaikan sejak 2023.
Aspirasi lain datang dari sektor kesehatan. Ali menyebut Jurangjero berhasil mempertahankan angka stunting di bawah dua digit sejak 2025 hingga 2026.
Angka tertinggi pada periode terakhir tercatat 9,17 persen, setelah sebelumnya berada di kisaran 7,6 hingga 8,2 persen.
"Saat ini kami perlu adanya pembaharuan alat-alat kesehatan pertama. Supaya nanti bisa mendukung Ibu-ibu kader Posyandu kami yang telah bekerja keras simultan dengan prinsip 5T, yakni terdata, terencana, terarah, terpadu dan terselesaikan," paparnya.
Jurangjero juga memiliki program Gelas Ceting atau Gerakan Keluarga Cerdas Cegah Stunting. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran keluarga mengenai stunting, gizi, dan tumbuh kembang anak.
Menanggapi hal itu, Bupati Hamenang mengatakan pemerintah akan menyelesaikan persoalan irigasi. Selain infrastruktur, ia mendorong petani mengubah pola tanam agar produktivitas lahan tetap terjaga.
"Kedua juga bagaimana merubah pola tanam petani. Jangan padi-padi pantun (padi, padi, lalu padi lagi), tapi nanti padi palawija pantun. Harapannya kemudian tanahnya tidak jenuh, tidak gampang rusak, sehingga produktivitasnya bisa meningkat," ujarnya.
Hamenang memastikan dukungan terhadap Posyandu akan diberikan.
"(Posyandu) butuh support peralatan, Insyaallah ke depan akan kita support peralatan," katanya.
Sementara itu, warga juga meminta pemasangan PJU di dua ruas jalan kabupaten dengan total panjang sekitar 1,5 kilometer. Kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai 30 titik dengan jarak pemasangan sekitar 50 meter.
"Di perubahan (APBD) ini ada sekitar 100. Insyaallah akan kita bagi termasuk karena tadi di Sambung Rasa ada yang menyampaikan. Nanti sekitar 10 atau mungkin 20 akan kita bagi di sini," terang Hamenang.
Ia menegaskan pembangunan tidak harus sepenuhnya bergantung pada APBD.
Kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kementerian, maupun pihak swasta melalui CSR akan terus didorong untuk mempercepat realisasi program.
"Alhamdulillah kita juga dapat CSR dari PLN yang sebentar lagi kurang lebih 2-3 minggu ke depan akan kita resmikan di Cawas. (Ke depan) nanti kita akan kolaborasi seperti itu sehingga tidak semuanya dari APBD, yang penting programnya bisa jalan," pungkasnya.
Selain infrastruktur dan kesehatan, pemerintah juga mendorong pengembangan Karang Taruna melalui program SIKENDI (Sistem Tenaga Kerja dan Industri). Hamenang mengatakan pendampingan akan diberikan bagi pemuda yang ingin mengembangkan kegiatan di desa. (*)