Pemda DIY Targetkan Perputaran Uang 20 Kali Lipat di SiBakul Jogja Sports and Fest 2026
Hari Susmayanti September 12, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmennya untuk mempertahankan roda ekonomi dan pariwisata daerah di tengah pengetatan ruang fiskal.

Melalui ajang SiBakul Jogja Sports and Fest 2026 yang berlangsung pada 12-13 September 2026 di Stadion Mandala Krida, pemerintah memproyeksikan perputaran uang di masyarakat dapat melonjak hingga 20 kali lipat dari total anggaran yang digelontorkan.

Ajang yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY bersama Paniradya Kaistimewan DIY ini menyedot sekitar 5.000 peserta.

Penyelenggaraan tahun ini memadukan olahraga, budaya, dan UMKM, serta diwarnai oleh kolaborasi strategis dengan mitra utama Astra Financial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Kolaborasi ini menjadi jalan keluar untuk menyiasati keterbatasan anggaran sekaligus menaikkan skala acara.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Kurniawan, mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak swasta adalah langkah mutlak agar agenda strategis ini tidak terhenti.

"Kapasitas fiskal atau keuangan kami untuk men-support Sibakul Sport Fest ini juga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kami membuka kolaborasi dengan non-pemerintah atau pihak swasta, dalam hal ini Astra. Karena kami lebih berfokus pada bagaimana Sibakul Sport Fest ini tetap terselenggara, daripada kemudian tidak terselenggara hanya gara-gara tidak punya anggaran," ungkap Kurniawan.

Ia menekankan bahwa penyelenggaraan ajang berskala besar ini harus dipandang sebagai investasi pemerintah untuk menggerakkan sektor riil.

"Jadi kita tetap mempertahankan itu karena dampak ekonominya cukup luas. Yang ikut Sibakul Sport Fest itu banyak yang dari luar DIY, cukup banyak. Harapannya mereka datang ke Jogja, ikut lari, menginap di Jogja, melarisi kuliner Jogja, dan mereka belanja di Jogja. Dampak ekonomi itulah yang kemudian menjadi pertimbangan kami," paparnya.

Kurniawan menguraikan lebih lanjut bahwa kalkulasi ekonomi dari acara ini sangat berpihak pada keuntungan masyarakat luas.

"Dampak ekonominya buat masyarakat jauh lebih besar lagi. Bisa lebih dari dua puluh kali lipat dari anggaran yang kita keluarkan. Jadi kita tetap untung. Walaupun dari sisi penganggaran tentu biayanya harus tetap dikeluarkan, tapi untungnya itu ada pada dampak di ekonomi masyarakat, bukan pada belanjanya pemerintah," urainya dengan tegas.

Baca juga: Gandeng Astra dan OJK, Pemda DIY Padukan Sport Tourism dan Edukasi Finansial di Sibakul 2026

Ekspansi UMKM dan Literasi Keuangan

SiBakul Jogja Sports and Fest 2026 juga dimanfaatkan sebagai panggung utama promosi produk UMKM lokal.

Keterlibatan UMKM diwujudkan tidak hanya melalui kehadiran stan fisik di lokasi acara, tetapi juga diintegrasikan secara langsung ke dalam suvenir peserta atau goodie bag.

"Tentu sebetulnya event pemberian goodie bag itu adalah salah satu bentuk promosi. Artinya di situ ada produk, ada kontak, ada alamat, yang mana mereka selanjutnya bisa pesan kembali. Namun demikian, tentu tidak cukup di satu titik hari itu saja melalui pemberian goodie bag. Karena pasti di situ juga kami sarankan untuk kemudian ada stan-stan UMKM. Karena itu adalah kesempatan bagaimana UMKM Jogja bisa tampil," jelas Kurniawan.

Dampak jangka panjang dari promosi ini diklaim telah terbukti signifikan pada penyelenggaraan sebelumnya, terutama dengan adanya dukungan fasilitas bebas ongkos kirim (free ongkir) dari Pemda DIY.

"Impact-nya sebetulnya luar biasa. Dari data free ongkir yang kemudian keluar di DIY itu cukup banyak, dan banyak produk DIY yang kemudian bisa menjangkau lebih luas lagi di luar Jawa, bahkan ada yang ke luar negeri, free ongkir-nya sampai ke sana," tuturnya.

Di samping pemberdayaan ekonomi riil, semangat olahraga ini menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas literasi dan inklusi keuangan.

Menggandeng Astra Financial dan OJK, ajang ini turut menjalankan kampanye Gerakan Cakap Keuangan.

Sebagai bentuk respons atas tren pariwisata olahraga (sport tourism) yang kompetitif, ajang yang telah digelar sejak tahun 2022 ini melakukan inovasi besar.

Tahun ini, SiBakul secara resmi meluncurkan kategori Half Marathon (21K) untuk pertama kalinya, melengkapi kategori 5K dan 10K yang telah berjalan.

Pembaruan ini menggandeng PASI demi menjaga standar kelayakan perlombaan.

Menurut Kurniawan, penambahan kategori ini merupakan langkah sistematis untuk meremajakan demografi peserta dan menjaga eksklusivitas acara.

"Tujuannya agar kemudian anak-anak muda bisa ikut, karena segmennya sekali lagi kita akan mulai banyak ke generasi muda terutama Gen Z, anak-anak SMA, dan sebagainya. Makanya di half marathon itu kan juga ditujukan untuk pelajar sebetulnya, segmen yang coba kita sasar. Ini adalah sebuah variasi, agar kemudian kita tidak hanya bicara mengenai UMKM, tidak hanya festival, tapi juga ada wadah sport yang sesungguhnya," bebernya.

Ia juga menegaskan pentingnya kontinuitas inovasi.

"Kalau acaranya hanya sama seperti itu saja, biasanya orang akan berpikir 'Ah, sudah pernah ikut, besok lagi enggak usah balik lagi.' Nah, kita harapannya orang melihat 'Oh, ada yang baru di sana,' sehingga orang balik lagi ikut event," tambah Kurniawan.

Target mendatangkan wisatawan lewat ajang ini turut diamini oleh Agus Mulyono.

"Penyelenggaraan half marathon itu untuk menarik runner-runner di luar DIY, lari ini bagian dari ekosistem pariwisata kan. Sehingga dari sisi kelembagaan, grade-nya naik, ada tambahan di half marathon. Baru pertama untuk tahun ini," timpal Agus.

Para pelari kategori baru ini nantinya akan melintasi rute-rute ikonis sejarah dan pariwisata Kota Yogyakarta. Rute tersebut membentang mulai dari Tugu Jogja, Jalan Malioboro, Benteng Vredeburg, Titik Nol Yogyakarta, Alun-alun Utara, Taman Sari, Alun-alun Kidul, Museum Perjuangan, hingga Pura Pakualaman.

Perlombaan juga disemarakkan oleh cheer spot bernuansa budaya, meliputi pertunjukan angklung tradisional di Pakualaman, aksi Drum Supporter di titik Sudirman, serta hiburan budaya di Titik Nol Kilometer.

Adapun rangkaian acara telah bergulir pada Sabtu (12/9/2026) dengan dibukanya layanan pengambilan perlengkapan lari (Race Pack Collection/RPC) di area sisi barat Stadion Mandala Krida.

Panitia membuka layanan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB demi mencegah penumpukan massa.

Lokasi penukaran dipecah menjadi dua alur utama. Jalur pertama dikhususkan bagi peserta kategori Half Marathon dan 10K yang berlokasi di tenda barat, dekat akses pintu utama.

Sementara jalur kedua yang melayani kategori 5K pelajar dan nasional ditempatkan di tenda yang berjarak sekitar 30 meter ke arah selatan.

Setiap peserta diwajibkan membawa bukti email kepesertaan RPC, kartu identitas asli, beserta surat pernyataan (waiver) bertanda tangan.

Panitia memberikan kelonggaran untuk perwakilan pengambilan dengan batas maksimal 10 race pack per orang, yang mensyaratkan lampiran surat kuasa, fotokopi identitas pihak yang diwakilkan, serta formulir waiver resmi yang diunduh melalui tautan s.id/waiversibakul26. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.