Dana Rp1 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan SDN 169 Seluma, Warga Ikut Ketiban Berkah
Rita Lismini September 12, 2026 04:41 PM

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Program revitalisasi sekolah dasar atau SD telah dilaksanakan di Kemendikdasmen di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Total ada 10 SDN yang menerima kucuran program ini.

Tribunbengkulu.com mencoba menelisik langsung ke SDN yang menerima program revitalisasi ini, yaitu di SDN 133 Desa Bukit Penijauan 1 dan SDN 169 Desa Sarimulyo Kecamatan Sukaraja.

Diketahui realisasi program revitalisasi di dua SDN ini sudah mencapai 50-60 persen.

"Di SDN 169, progres pekerjaan revitalisasi sudah mencapai 50 persen. Saat ini pekerjaan terus dikebut, agar dapat diselesaikan tepat waktu," terang Kepsek SDN 169, Putu Widiyani di wawancara Tribunbengkulu.com, Sabtu siang (12/9/2026). 

Ada tiga item kegiatan yang dilaksanakan di SDN 169 melalui program revitalisasi ini kata Putu.

Pertama rehab 7 rombel, penataan lingkungan sekolah serta perencanaan atau manajemen revitalisasi. 

"Total anggaran yang diterima SDN 169 melalui program revitalisasi ini sebesar Rp 1 Miliar lebih, untuk tiga item pekerjaan tersebut," kata Putu. 

Putu mengapresiasi program revitalisasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen ini. Sebab pengerjaannya dilakukan secara swadaya oleh sekolah. Sehingga masyarakat di lingkungan sekolah bisa ikut berperan dalam proses pengerjaan. 

"Kami libatkan wali murid dan warga sekitar sekolah mengerjakan proyek revitalisasi ini. Jadi ikut membantu perekonomian masyarakat di lingkungan sekolah," ucap Putu Widiyani. 

Senada juga disampaikan Kepsek SDN 133 di Desa Bukit Peninjauan 1, Isti. SDN 133 mendapat kucuran dana revitalisasi sebesar Rp 800 juta.

"Sesuai Juknis, anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan dan penambahan rombel dan ruang UKS, WC siswa serta penataan lingkungan sekolah," ujar Kepsek 133.

Pengerjaan yang dilakukan secara swadaya kata Isti, sangat membantu warga di lingkungan sekolah. 

Karena semua pekerjaan melibatkan warga yang berada di lingkungan sekolah, termasuk pembelian material. 

"Kami di BP 1 ini lengkap, baik tukangnya maupun material. Jadi semua kami libatkan dalam proyek revitalisasi ini," tukas Isti. 

Terpisah, Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu'i melalui Kabid SD, Antoni meminta sekolah komitmen mengikuti Juknis dan Juklak program revitalisasi. Pekerjaan harus selesai tepat waktu tanpa ada permasalahan. 

"Karena pekerjaan revitalisasi ini semua dilaksanakan pihak sekolah, kami berpesan agar selalu mengikuti Juknis dan Juklak dari Kemendikdasmen. Pekerjaan harus selesai tepat waktu tanpa ada permasalahan," pesan Antoni. 

Antoni meminta SD penerima program revitalisasi ini untuk terus menyampaikan progres pekerjaan. Agar dapat disampaikan ke Kemendikdasmen sebagai laporan. 

Jika ada kendala, sampaikan, jangan putus koordinasi. Sukses program revitalisasi tahun 2026 ini, menjadi acuan untuk keberlanjutan di tahun 2027," sampai Antoni. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.