Inilah Sosok Yasin, Guru Pria Viral Dandan Menor ke Sekolah, Akhirnya Buka Suara
Rita Lismini September 12, 2026 04:41 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Inilah sosok Yasin, guru priad yang viral di media sosial karena dandan menor ke sekolah. 

Selama ini Yasin kerap mengunggah momen saat mengajar di sekolah dasar lewat akun TikTok @sin6_0. 

Tak cuma memperlihatkan aktivitas mengajar, Yasin juga merekam perjalanannya dari rumah hingga sampai di sekolah. 

Ia menunjukkan semua aktivitasnya ketika berada di sekolah. 

Di video yang dibagikannya, Yasin tampak mengenakan seragam dinas khas guru berwarna cokelat.

Tak seperti guru pria lainnya, wajah Yasin terlihat putih khas riasan bedak.

Bibir Yasin juga tampak merah seperti mengenakan lipstik.

Video keseharian Yasin mengajar di sekolah pun belakangan ramai dikomentari netizen.

Publik menyebut seorang guru seharusnya bisa berpenampilan sesuai kodratnya.

"Guru SD loh, yg mana anak SD masih labil"nya sedikit bnyak pasti merubah pola pikir anak Didiknya,"

"Jangan kasih jadi guru SD, takutnya jadi role model anank2 yg polos,"

"Ini sih bukan soal gincu doang pak guru!!.. Dari alisnya, gerak gerik badannya, suaranya dah menyerupai cewe semua,"

Setelah videonya viral hingga dikecam netizen, Yasin akhirnya buka suara.

Guru asal Sulawesi itu mengurai permintaan maaf kepada semua pihak atas videonya.

"Saya Yasin, saya ingin menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kurang nyaman atau tersinggung dengan video yang saya bagikan," ungkap Yasin di awal klarifikasi.

Diungkap Yasin, ia sadar betul bahwa dirinya pasti akan jadi perbincangan.

Yasin pun tak keberatan jika banyak kritikan mengarah kepadanya.

"Saya menyadari, sebagai seorang guru, setiap hal yang saya tampilkan di media sosial dapat menjadi perhatian dan menimbulkan berbagai penilaian. Untuk itu saya menerima kritik dan masukan yang disampaikan kepada saya," akui Yasin.

Lebih lanjut, Yasin pun angkat bicara terkait tudingan berdandan atau menggunakan make up saat mengajar.

Yasin mengaku dirinya cuma menggunakan riasan sederhana.

Tujuannya agar wajah Yasin tidak terlihat pucat.

Yasin juga membantah dirinya memakai lipstik.

"Terkait penampilan saya dalam video tersebut, make up yang saya gunakan pada dasarnya hanyalah make up sederhana untuk menunjang penampilan agar wajah tidak terlihat pucat saat berada di depan kamera. 

Dan saya di situ tidak memakai gincu, saya hanya memakai lip serum salah satu brand," pungkas Yasin.

Dalam videonya, Yasin mengaku tidak pernah berniat merendahkan siapapun.

Yasin juga membantah dirinya sedang memberikan contoh buruk kepada para siswa.

"Tidak ada maksud untuk merendahkan ataupun mengajak siapapun untuk meniru apa yang saya lakukan. 

Saya ingin menegaskan bahwa saya tetap memahami posisi saya sebagai guru. 

Justru kepada siswa-siswa saya, saya selalu memberikan batasan dan arahan mengenai bagaimana mereka seharusnya bersikap dan berpenampilan sesuai dengan lingkungan sekolah," kata Yasin.

Bahkan dengan suara tegas, Yasin mengaku yakin tidak ada murid yang meniru penampilannya.

"Alhamdulillah selama saya mengajar, tidak ada satu pun siswa yang mengikuti atau meniru penampilan saya tersebut seperti di video. 

Dan apabila ada hal yang menurut saya tidak tepat untuk ditiru oleh siswa, tentu saya sendiri akan menjadi orang pertama untuk melarang dan mengarahkannya," ungkap Yasin.

Kasus lain sebelumnya juga viral skandal dugaan hubungan terlarang antara seorang kepala sekolah dan guru perempuan di sebuah SD di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, akhirnya terungkap setelah warga dan komite sekolah melakukan pemantauan khusus.

Kecurigaan muncul karena keduanya kerap terlihat berduaan di sekolah meski kegiatan belajar mengajar telah selesai. Pintu ruangan yang sering tertutup semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan warga.

Tokoh masyarakat Desa Langkap, Saim (46), menyebut dugaan hubungan terlarang itu bukan peristiwa sekali terjadi, melainkan berulang dengan jadwal tertentu.

“Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan sudah menjadi rutinitas setiap hari Rabu dan Sabtu,” ujar Saim, dikutip dari Tribunnews, Rabu (9/9/2026).

Keresahan warga semakin kuat setelah sejumlah guru, siswa, hingga wali murid pernah memergoki keduanya berada berduaan di sekolah di luar jam belajar.

Namun, setiap kali ditegur, keduanya selalu mengelak.

Untuk memastikan dugaan tersebut, komite sekolah bersama warga memasang kamera CCTV portabel secara tersembunyi di ruang guru pada akhir Juli 2026.

Kamera seharga Rp200.000 itu diselipkan di celah atap yang rusak sehingga tidak diketahui oleh orang di dalam ruangan.

Hasil rekaman CCTV memperlihatkan dugaan tindakan asusila yang dilakukan kedua ASN tersebut.

Satu rekaman kemudian beredar di media sosial dan viral, sementara rekaman lain masih diamankan karena dinilai lebih sensitif.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.