Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Turnamen Piala Grassroots Indonesia Papua Barat menjadi panggung bagi talenta sepak bola usia dini dan usia muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang tampil di level nasional.
Turnamen tersebut berlangsung selama tiga hari, 10–12 September 2026, dan diikuti sejumlah tim dari berbagai daerah di Papua Barat.
Ketua Panitia Pelaksanaan Turnamen Piala Grassroots Indonesia Papua Barat, Septer Dimara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mendorong pembinaan sepak bola generasi muda di Tanah Papua.
Baca juga: Mantan Presma Unipa Soroti Penurunan Kapasitas Mahasiswa, Dorong Penguatan Soft Skill
Menurut Septer, sepak bola merupakan salah satu olahraga yang memiliki animo tinggi di kalangan anak-anak Papua dan menjadi cabang olahraga unggulan.
“Melihat antusias dan animo generasi muda Papua, khususnya usia dini dan usia muda, saya dengan keinginan dan tekad yang kuat mencoba melakukan lobi-lobi di tingkat pusat, termasuk kepada sponsor, untuk melangsungkan event-event pembinaan usia dini dan usia muda,” ujar Septer.
Upaya tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Panitia memperoleh dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sejumlah perusahaan di Jakarta, Sepak Bola Indonesia, Ortus 8, serta Liga Grassroots Indonesia.
Dukungan itu kemudian diwujudkan melalui turnamen pembinaan kelompok usia U-10 dan U-12 di Papua Barat.
Septer menilai kegiatan ini memiliki arti strategis karena pembinaan yang dilakukan tidak berhenti di tingkat provinsi.
Tim-tim terbaik nantinya mendapat kesempatan tampil dalam ajang tingkat nasional di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober 2026.
“Ini merupakan momentum yang tepat karena lobi-lobi kami membuahkan hasil. Event ini tidak hanya terkhusus bagi lingkungan atau daerah di tingkat provinsi, tetapi berjenjang,” jelasnya.
“Setelah pelaksanaan di tingkat provinsi dan mendapatkan hasil terbaik, mereka akan diikutsertakan dalam event tingkat nasional di Jakarta,” sambung Septer.
Baca juga: Wabup Kaimana Tegas, Pendamping Samisaka yang Salahgunakan Dana Akan Dipecat
Pada tingkat Provinsi Papua Barat, kategori U-10 diikuti tujuh tim. Sementara kategori U-12 diikuti delapan tim.
Para peserta berasal dari Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, serta sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berada di Kabupaten Manokwari.
Untuk babak semifinal dan final, pertandingan digelar menggunakan lapangan mini atau street soccer di kawasan Sport Center ARO M Manokwari.
Sistem pertandingan menggunakan format setengah kompetisi yang kemudian dilanjutkan ke babak semifinal dan final.
Seluruh rangkaian pertandingan dipadatkan dalam tiga hari agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan para peserta.
“Kami kebut pelaksanaannya karena ingin agar pada hari Sabtu seluruh pertandingan sudah selesai. Anak-anak bisa beristirahat pada hari Minggu, kemudian pada hari Senin mereka akan mengikuti ujian tengah semester sebagai siswa SD maupun SMP,” kata Septer.
Menariknya, tiket menuju ajang nasional tidak hanya diberikan kepada tim yang keluar sebagai juara pertama.
Panitia tingkat provinsi telah melakukan komunikasi dengan panitia nasional Liga Grassroots Indonesia agar Papua Barat memperoleh lebih banyak slot untuk mengirimkan wakilnya.
Baca juga: 3.317 Hektare Hutan Terbakar, Status Karhutla Papua Barat Naik Jadi Waspada
Hasilnya, juara pertama dan kedua kategori U-10 serta juara pertama dan kedua kategori U-12 akan mendapatkan kesempatan mewakili Papua Barat pada ajang nasional di Jakarta.
“Kami telah berupaya melakukan lobi-lobi kepada panitia nasional Liga Grassroots Indonesia agar memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada tim-tim, khususnya dari Papua Barat, sehingga bisa mendapatkan dua slot,” ungkap Septer.
Ia berharap kesempatan tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak Papua untuk terus mengasah bakat dan kemampuan mereka di bidang sepak bola.
Menurut Septer, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa Papua memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta sepak bola yang perlu diarahkan melalui kompetisi dan pembinaan berkelanjutan.
“Jangan sampai semangat anak-anak ini padam. Semangat membela timnas dan semangat bermain di tingkat nasional harus terus dijaga, sehingga mereka merasa kembali memiliki jati diri untuk mengembangkan talenta sepak bola mereka,” pungkasnya. (*)