Mantan Presma Unipa Soroti Penurunan Kapasitas Mahasiswa, Dorong Penguatan Soft Skill
Roifah Dzatu Azmah September 12, 2026 04:44 PM

Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Matius Pilamo Siep

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Papua (Unipa) periode 2018-2019, Pilatus Lagowan, menyoroti kapasitas mahasiswa di lingkungan Unipa yang dinilai mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Pilatus dalam momentum Musyawarah Organisasi Struktural Mahasiswa (OSM) XI Tahun 2026 di Aula Utama Unipa, Amban, Manokwari, Jumat (11/9/2026).

Menurut Pilatus, kondisi organisasi mahasiswa saat ini cukup disayangkan karena kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan melalui organisasi mulai mengalami penurunan.

Baca juga: MPM Unipa Buka Musyawarah OSM XV, Dorong Regenerasi dan Lahirkan Pemimpin Baru

Ia pun berpesan kepada Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta para Wakil Dekan III agar memberikan arahan dan pendampingan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar akademik, khususnya soft skill.

"Tolong WR III dan WD III arahkan mahasiswa dengan baik. Jangan jadikan mahasiswa sebagai seorang siswi. Mau arahkan mahasiswa ke mana jika hanya berfokus pada satu kemampuan hard skill tetapi tidak memiliki kemampuan soft skill," katanya.

Pilatus menegaskan bahwa kemampuan hard skill dan soft skill harus berjalan secara beriringan.

Menurutnya, kedua kemampuan tersebut penting sebagai bekal mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

"Keduanya harus berjalan beriringan agar mahasiswa tersebut setelah lulus menjadi seorang sarjana yang kompeten," ujarnya.

Baca juga: 3.317 Hektare Hutan Terbakar, Status Karhutla Papua Barat Naik Jadi Waspada

Ia menilai bahwa organisasi mahasiswa menjadi salah satu ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta memperluas wawasan.

Menurutnya, diskusi menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pola pikir mahasiswa, terutama untuk memahami berbagai realitas dan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, mahasiswa harus dapat membuka ruang diskusi yang banyak untuk mengembangkan wawasan tentang realita yang terjadi," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.