Miris, 28 Anak Muda di Banyuwangi Kena Gagal Ginjal Stadium 5, Rutin Cuci Darah Akibat Minuman Manis
Sudarma Adi September 12, 2026 05:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Puluhan orang usia muda di Banyuwangi menderita gagal ginjal stadium lima yang membuat mereka harus menjalani cuci darah.

Dinas Kesehatan Banyuwangi meminta masyarakat menjaga pola hidup.

Data yang dihimpun dari empat rumah sakit di Banyuwangi menunjukkan, lebih dari 300 warga menderita gagal ginjal.

Empat rumah sakit tersebut adalah RSUD Blambangan, RSUD Genteng, RS Al Huda, dan RS Bhakti Husada.

Baca juga: BPH Migas Minta Pertamina Suplai BBM dari Surabaya untuk Jember Jika Pasokan di Banyuwangi Terganggu

"Yang memprihatinkan dan perlu diwaspadai, ada 28 kasus yang usianya kurang dari 30 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat, Sabtu (12/9/2026).

Secara persentase, kata Amir, jumlah pasien cuci darah usia muda sekitar 8,5 persen dari seluruh pasien.

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Minuman Manis, Makanan Instan, dan Hipertensi Jadi Pemicu

Hasil observasi petugas kesehatan, ada beberapa penyebab orang usia muda di Banyuwangi menderita gagal ginjal hingga harus menjalani cuci darah.

"Pertama, karena kurang cairan atau kurang minum. Standarnya orang minum sehari itu 2 liter atau 8 gelas. Nah, kalau kurang cairan itu berisiko gagal ginjal," kata dia.

Berikutnya adalah konsumsi minuman manis dan instan berlebih. Kebanyakan minuman manis dan instan yang ada di pasaran mengandung gula berlebih.

Mengonsumsinya secara berlebih berisiko merusak ginjal.

"Kemudian adanya risiko penyakit metabolik tinggi. Termasuk kurang nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Sekarang banyak makanan instan yang digemari oleh orang usia muda," tambah dia.

Berikutnya, kurangnya konsumsi buah dan sayur. Ada juga kurangnya aktivitas fisik yang disebabkan oleh berbagai hal.

"Hasil cek kesehatan gratis, 20 persen warga Banyuwangi mengalami hipertensi. Hipertensi itu pintu ke penyakit-penyakit metabolik seperti jantung, stroke, termasuk gagal ginjal," ujar dia.

Karenanya, Amir mengimbau agar masyarakat memperbaiki pola hidup, menjaga asupan makanan dan minuman, dan berolahraga.

"Olahraga itu rekomendasi dari WHO 150 menit dalam satu minggu, atau 30 menit sehari selama 5 hari," ujar dia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.