Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengerahkan operator seluler untuk membantu pencarian delapan orang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau, sejak Senin (7/9/2026).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meninjau langsung Posko SAR pencarian korban hilang kontak di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/2026).
Delapan orang yang berada di kapal cepat Arupadhatu 1, lima di antaranya merupakan jurnalis, hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55 tahun) selaku kapten kapal, Surakman (60 tahun) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49 tahun) sebagai pemandu.
Wamenkomdigi Nezar Patria, mengatakan pihaknya sejak awal menerima informasi hilangnya kontak langsung berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau sinyal komunikasi di sekitar lokasi kejadian.
"Kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu semua mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda," katanya.
Pemantauan dilakukan terhadap jaringan Base Transceiver Station (BTS) yang berada di wilayah sekitar Selat Sunda, baik di Banten maupun Lampung.
Komdigi melibatkan Balai Monitoring Frekuensi Radio yang berada di kedua wilayah tersebut.
Ia menyampaikan setiap informasi mengenai sinyal yang berhasil terdeteksi operator seluler kemudian diteruskan kepada tim SAR untuk ditindaklanjuti dalam operasi pencarian.
Baca juga: Kapolda Banten: Life Jacket Kedua yang Ditemukan SAR Bukan Milik Arupadhatu 1
"Kita terus juga melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu diteruskan kepada SAR," ujar Nezar.
Dari pemantauan jaringan tersebut, Komdigi telah memperoleh informasi mengenai kontak terakhir yang terdeteksi pada 7 September. Sinyal tersebut diketahui berada di wilayah Pulau Sebesi.
"Seperti kita ketahui terakhir data yang kita terima adalah kontak terakhir pada tanggal 7 September berada di Pulau Sebesi," jelasnya.
Nezar menjelaskan delapan warga yang dicari terdiri atas lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu. Mereka hendak melakukan peliputan erupi Gunung Anak Krakatau.
Memasuki hari kelima pencarian, tim SAR gabungan memperluas area pencarian.
Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan kapal.
Komdigi pun terus memantau kemungkinan munculnya sinyal baru yang dapat menjadi petunjuk bagi tim SAR dalam menemukan keberadaan para jurnalis dan kru kapal tersebut.
"Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa rekan-rekan sekalian," kata Nezar.
Dia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan delapan warga yang hilang kontak dapat segera ditemukan.
"Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda," pungkasnya.
Pulau Sebesi adalah pulau berpenghuni yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Jaraknya sekitar 15 kilometer.
Secara administratif, pulau ini masuk wilayah Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Letak Pulau Sebesi tepatnya di sebelah timur Laut Gugusan Pulau Krakatau, sebelah selatan Pulau Sebuku, dan sebelah timur Pulau Serdang dan Legundi.
Pulau Sebesi adalah salah satu pulau yang menjadi tujuan wisata andalan di Lampung Selatan.
Pulau Sebesi diperkirakan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Sawesi (Savvesi). Masyarakat sekitar menyebut Pulau Sebesi dengan sebutan Pulo.
Ada bukit tertinggi di pulau tersebut yang disebut Gunung Sebesi dengan ketinggian sekitar 844 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pulau Sebesi adalah satu-satunya pulau di sekitar Gunung Krakatau yang berpenghuni dan saksi kedasyatan letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Hampir seluruh Pulau Sebesi dikelilingi terumbu karang yang dapat dijumpai hingga kedalaman 10 meter dari permukaan laut.
Sejumlah masyarakat mempunyai genset untuk kebutuhan pribadi namun jumlahnya tidak banyak.
Luas Pulau Sebesi sekitar 2.620 ha dengan panjang pantai sekitar 19.55 kilometer persegi. Sebagian daratan tersusun dari endapan gunung api muda dengan daratan berbentuk perbukitan.

