Tim SAR Ungkap Nasib Bangkai KM Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa
Desy Selviany September 15, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Tim SAR ungkap nasib bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa arah Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (13/9/2026). 

Meski sudah tenggelam sejak Minggu dini hari, hingga Selasa (15/9/2026) kondisi KM Virgo Transport 8 masih mengambang di Laut Jawa.

Tim SAR pun mengungkapkan nasib KM Virgo Transport 8 yang masih terombang-ambing di Laut Jawa.  

Tim SAR menyiapkan dua opsi yakni membalik posisi kapal agar tengkurap dan menarik kapal ke lokasi yang lebih dangkal. 

Hal itu diungkapkan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers Senin (14/9/2026). 

“Bahkan kita berpikir bagaimana kita bisa merubah posisi dari tengkurapnya kapal ini untuk kita balik,” ujar Syafii dalam konferensi pers, Senin (14/9/2026) malam.

Selain membalik kapal, tim gabungan juga mempertimbangkan opsi menarik kapal ke lokasi yang lebih dangkal.

Syafii menjelaskan, saat ini posisi kapal berada di kedalaman sekitar 30 meter. 

Kondisi tersebut masih memungkinkan dilakukan penanganan, namun keberadaan kapal yang terbalik dan dapat bergeser menjadi persoalan tersendiri.

“Kita sedang berpikir keras bagaimana bisa menarik kapal ini ke tempat yang lebih dangkal lagi,” katanya.

Baca juga: Penampakan Interior Mewah KM Virgo Transport 8 Sebelum Tenggelam

Menurut Syafii, kapal dalam kondisi terbalik masih memungkinkan bergerak karena terdapat sekat-sekat atau ruang kosong di dalamnya.

Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam rencana operasi bawah air karena pergerakan kapal dapat membahayakan personel yang melakukan penyelaman.

Di sisi lain, upaya untuk menarik atau menggeser kapal bukan perkara mudah. KM Virgo Transport 8 memiliki panjang lebih dari 110 meter dan lebar lebih dari 21 meter.

Bobot kosong kapal diperkirakan mencapai lebih dari 4.200 ton dan bahkan memungkinkan lebih dari 5.000 ton.

“Bukan sesuatu yang mudah untuk bisa menggeser ataupun menarik. Apalagi dalam kondisi cuaca yang memang tidak dalam kondisi baik,” ujar Syafii.

Meski demikian, kedua opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi dengan sejumlah unsur yang memiliki kemampuan serta sumber daya untuk menangani kapal dengan ukuran dan bobot tersebut.

Sementara itu, operasi pencarian korban tetap menjadi prioritas. Basarnas masih memaksimalkan pencarian di permukaan air sembari mempersiapkan operasi bawah air menggunakan dukungan teknologi KRI Kanopus.


(Wartakotalive.com/DES/TribunBanjarmasin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.