TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, semakin hari semakin menjadi-jadi.
Terbaru pada Jumat (11/9/2026) siang hingga Sabtu (12/9/2026) siang atau selama kurang lebih 24 jam, api membakar lahan dekat KM 26 hingga KM 28 Jalinsum Palembang-Indralaya.
Pada Jumat malam, api sempat padam namun menyisakan bara api yang terus mengeluarkan asap.
Keesokannya atau pada Sabtu pagi, kebakaran kembali terjadi di lokasi yang sama.
Bahkan titik api merambah ke area lain, yakni dekat exit Gerbang Tol KTM Rambutan.
Kebakaran menimbulkan asap pekat.
Pantauan pada Sabtu (12/9/2026) siang, kendaraan dari arah Palembang menuju Indralaya maupun sebaliknya, tampak memperlambat laju saat melewati kepulan asap.
Tampak juga warga yang melintas harus memakai masker.
Di dekat titik api, tim gabungan TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni tampak sibuk mempersiapkan peralatan dan perlengkapan pemadaman.
Setelah salah satu titik api dipadamkan, petugas disibukkan dengan pemadaman di titik lainnya.
Api berhasil dipadamkan, namun keesokannya kebakaran kembali terjadi di area yang sama dan sekitarnya.
"Rutinitas" api di Ogan Ilir selama musim kemarau, selalu terjadi seperti itu tanpa ada solusi konkret untuk menghentikannya.
Baca juga: Percepat Atasi Karhutla, Cairan X-Fire Mulai Digunakan Untuk Pemadaman Lahan Gambut di Ogan Ilir
Kepala daerah di Ogan Ilir dalam hal ini bupati, bukannya tak mengetahui siklus Karhutla ini.
Namun Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar cenderung pasif dalam menyikapi Karhutla di wilayah yang dipimpinnya.
Dalam upaya penanggulangan Karhutla, Panca lebih memilih pendekatan lip service, alih-alih menentukan kebijakan yang ampuh dalam penanganan bencana tahunan tersebut.
Ketika intensitas Karhutla di Ogan Ilir mulai meningat sejak akhir Juli lalu, relatif tak ada gebrakan signifikan dari Pemkab Ogan Ilir.
Bahkan Bupati Panca Wijaya Akbar beberapa kali menghadiri kegiatan di luar Sumatera Selatan, alih-alih ikut turun memadamkan api.
Jumat (31/7/2026), Panca menghadiri Rapat Dewan Pengurus Apkasi di Bandung, Jawa Barat.
Selasa (4/8/2026), Panca memimpin apel kesiapsiagaan bencana asap akibat Karhutla yang diselenggarakan di Indralaya.
Apel berjalan sesuai jadwal tanpa ada penekanan khusus terkait strategi jitu menanggulangi Karhutla.
Rabu (12/8/2026), Panca menghadiri peresmian nama Rumah Sakit Alamsjah Ratu Prawiranegara di Lampung.
Selasa (18/8/2026), Pemkab Ogan Ilir dipimpin Panca menggelar salat Istisqa minta turun hujan.
Kamis (27/8/2026), Panca terbang ke Tangerang untuk menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo.
Senin (31/8/2026), Panca mengikuti rapat koordinasi penanggulangan Karhutla di Palembang.
Jumat (4/9/2026), Panca menggelar audiensi dengan Bank Jabar Banten (BJB) di Bandung.
Senin (7/9/2026), rapat koordinasi Karhutla kembali dilaksanakan di Ogan Ilir.
Kamis (10/9/2026), Panca lagi-lagi terbang keluar Ogan Ilir menuju Jakarta untuk menghadiri The 5th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo and Conference (ADEXCO) dan The 3rd Global Forum For Suistainable Resilience (GFSR).
Dalam kurun waktu kurang lebih 40 hari terakhir, lima kali Panca menghadiri acara di luar agenda Pemkab Ogan Ilir yang diselenggarakan di luar Sumatera Selatan.
Dalam rapat koordinasi Karhutla Senin (7/9/2026), Panca hanya menekankan agar pos-pos Karhutla dan perangkat lainnya agar terus disiagakan.
"Ini sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi dan mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir," kata Panca melalui keterangan tertulis.
Dilanjutkannya, pentingnya kesiapan seluruh pihak, termasuk optimalisasi Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas Karhutla, sehingga setiap unsur yang terlibat memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam upaya pencegahan, penanganan, hingga penanggulangan dampak Karhutla.
Tidak hanya fokus pada penanganan api, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius.
Melalui Tim Krisis Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, posko-posko kesehatan akan disiagakan untuk memberikan pelayanan dan penanganan kepada masyarakat, khususnya dalam meminimalisir risiko gangguan kesehatan dan penyakit pernapasan akibat paparan asap Karhutla.
"Perhatian khusus juga diberikan kepada keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah. Pemkab Ogan Ilir menyiapkan skema pembelajaran yang lebih fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan," papar Panca.
900 Hektare Lahan Terbakar dan 2 Ribu Penderita ISPA
Hingga memasuki pertengahan September 2026, sudah hampir seribu hektare lahan terbakar di Ogan Ilir.
Daerah-daerah rawan terbakar yakni di Kecamatan Indralaya Utara, Pemulutan dan Pemulutan Barat.
"Sudah 947 hektare yang terbakar di Ogan Ilir dari 318 kejadian kebakaran lahan," kata Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat dihubungi Sabtu (12/9/2026).
Dampak dari kebakaran lahan ini sudah dua ribu lebih warga Ogan Ilir mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Lebih dari dua ribu warga yang kena ISPA. Ini dari sejak Januari lalu sampai bulan ini," kata Kepala Dinkes Ogan Ilir drg. Suryadi Muchzal. (Mad)
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com