TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemandangan sejumlah mobil pikap yang membawa tandon air berukuran besar mulai mudah dijumpai di sejumlah ruas jalan Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Kemunculan kendaraan tersebut menjadi perhatian karena bagian belakang pikap tampak dipenuhi tandon air dalam berbagai warna, lengkap dengan gulungan selang yang digunakan untuk menyalurkan air.
Video berdurasi sekitar delapan detik yang memperlihatkan pemandangan itu kemudian beredar di media sosial setelah diunggah akun Instagram @hallosamarinda, dengan sumber video dari akun TikTok @wlzdfzria.
Lokasi pengambilan video disebut berada di Palaran, Samarinda, berdasarkan keterangan pada kolom komentar unggahan TikTok yang menjadi sumber rekaman.
Fenomena tersebut muncul di tengah kondisi ketersediaan air bersih Samarinda yang mendapat perhatian akibat kemarau, fenomena El Nino, pekerjaan jaringan pipa, serta meningkatnya kadar klorida pada sumber air baku.
Baca juga: Gangguan Sistem Pembangkit, Aliran Listrik di Sejumlah Wilayah Samarinda Ilir Padam Sore Ini
Dalam rekaman tersebut, beberapa kendaraan pikap terlihat melaju di jalan dua jalur yang dipisahkan median.
Arus lalu lintas tampak berjalan seperti biasa. Sejumlah kendaraan pribadi dan truk juga terlihat melintas di ruas jalan tersebut.
Namun, perhatian tertuju pada bagian belakang beberapa pikap yang digunakan untuk mengangkut tandon air berukuran besar.
Tandon yang terlihat dalam video memiliki beberapa warna, di antaranya oranye, hijau dan biru. Gulungan selang juga tampak dibawa bersama tandon untuk digunakan saat air disalurkan di lokasi tujuan.
Kemunculan beberapa kendaraan dengan muatan serupa dalam waktu bersamaan kemudian menggambarkan aktivitas distribusi air di tengah kebutuhan masyarakat.
Baca juga: CFN Samarinda Malam Ini, Ada Penampilan Padusa UNMUL, Cek Jadwal dan Akses Parkir
Dalam video tersebut juga terdapat tulisan:
“pov: kondisi jalanan samarinda sekarang”
Pemandangan itu kemudian mendapat respons dari warganet.
"Air susah, minyak susah mati lampu lgi," tulis salah satu warganet.
Lihat video lengkapnya DISINI
Palaran Jadi Lokasi Rekaman
Palaran merupakan salah satu kecamatan di bagian selatan Kota Samarinda.
Wilayah tersebut berada di kawasan yang berbatasan dengan sejumlah kawasan lain di Samarinda dan memiliki jalur lalu lintas yang terhubung dengan berbagai wilayah kota.
Baca juga: Viral! Deretan Pikap Bawa Tandon Air Melintas di Samarinda, Krisis Air Bersih Melanda
Dengan kondisi tersebut, aktivitas kendaraan pengangkut air yang terlihat di kawasan Palaran menjadi bagian dari gambaran mobilitas pengiriman kebutuhan air masyarakat.
Fenomena ini juga berlangsung bersamaan dengan kondisi pelayanan air bersih yang sebelumnya telah diumumkan Perumda Tirta Kencana Samarinda.
Perumda Tirta Kencana Samarinda merupakan perusahaan umum daerah milik Pemerintah Kota Samarinda yang bergerak dalam pelayanan air minum atau air bersih kepada masyarakat.
Kemarau Tekan Sumber Air Baku
Perumda Tirta Kencana sebelumnya menyampaikan pengurangan jam operasional pada sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA).
IPA merupakan fasilitas yang digunakan untuk mengolah air baku menjadi air yang kemudian masuk ke sistem pelayanan air minum.
Baca juga: Lapas Narkotika Samarinda Panen Timun dan Kacang Panjang, WBP Dilatih Bertani untuk Bekal Saat Bebas
Sejumlah IPA yang terdampak dalam informasi tersebut meliputi IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana dan IPA Cendana.
Pengurangan jam operasional dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kemarau dan fenomena El Nino yang berdampak pada sumber air baku.
Selain penurunan debit air, meningkatnya kadar klorida akibat intrusi air laut juga menjadi persoalan yang diperhatikan Perumda Tirta Kencana.
Klorida merupakan salah satu kandungan kimia yang dapat ditemukan di dalam air. Dalam kondisi tertentu, peningkatan kadar klorida pada sumber air baku dapat memengaruhi kualitas air serta proses pengolahannya.
Intrusi air laut merupakan kondisi ketika air laut masuk ke badan atau sumber air tawar.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika tekanan atau volume air tawar menurun sehingga pengaruh air laut menjadi lebih besar pada sumber air yang terhubung dengan lingkungan pesisir atau kawasan yang dipengaruhi pasang surut.
Perumda menyebut IPA dapat kembali beroperasi normal setelah kondisi sumber air baku surut dan kadar klorida turun hingga berada di bawah 250 ppm.
Ppm atau parts per million merupakan satuan yang menunjukkan jumlah bagian suatu zat dalam satu juta bagian larutan.
Setelah kondisi memenuhi ketentuan tersebut, produksi air akan diaktifkan kembali secara bertahap.
Pekerjaan Pipa Juga Ganggu Pelayanan
Persoalan air bersih di Samarinda juga berlangsung bersamaan dengan pekerjaan interkoneksi jaringan pipa.
Pada Rabu, 9 September 2026, Perumda Tirta Kencana mengumumkan pekerjaan interkoneksi pipa yang berpotensi mengganggu pelayanan air di sejumlah wilayah.
Pekerjaan tersebut berlangsung di Jalan RE Martadinata, kawasan Simpang Cermai, Kota Samarinda, pada area proyek drainase.
Pekerjaan berkaitan dengan interkoneksi pipa jalur Segiri DN 500 milimeter.
Interkoneksi pipa merupakan proses menghubungkan satu jaringan perpipaan dengan jaringan lainnya. Dalam sistem distribusi air, berbagai jalur pipa saling terkoneksi agar air dapat dialirkan dari fasilitas pengolahan menuju kawasan pelayanan.
Ketika terdapat pekerjaan infrastruktur, jaringan pipa yang berada di area tersebut perlu disesuaikan atau dihubungkan kembali agar sistem distribusi dapat berjalan sesuai rancangan.
Adapun DN 500 mm menunjukkan ukuran nominal pipa. DN merupakan singkatan dari Diameter Nominal, sedangkan angka 500 menunjukkan ukuran nominal sekitar 500 milimeter atau 50 sentimeter.
Pekerjaan dilakukan di area proyek drainase. Drainase merupakan sistem yang berfungsi mengalirkan air, khususnya air hujan, agar tidak menyebabkan genangan di jalan maupun kawasan permukiman.
Keberadaan pipa air bersih di area pekerjaan drainase membuat penyesuaian jaringan menjadi bagian dari pekerjaan teknis.
Perumda memperkirakan pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 2 x 24 jam atau 48 jam, mulai pukul 10.00 WITA pada 9 September 2026.
Dengan perhitungan tersebut, pekerjaan diperkirakan mencapai 48 jam pada Jumat, 11 September 2026 pukul 10.00 WITA. Namun, waktu tersebut bukan kepastian karena proses di lapangan bergantung pada kondisi teknis.
Dua Wilayah Berpotensi Terdampak
Dalam pengumumannya, Perumda Tirta Kencana membagi kawasan yang berpotensi mengalami gangguan pelayanan air menjadi Wilayah I dan Wilayah II.
Wilayah I meliputi Jalan Pasundan, Jalan Raudah, Jalan Gn Meratus, Jalan Pahlawan, Jalan Dr Sutomo, Perumahan Prevab, Jalan Ruhui Rahayu, Jalan M. Yamin, Jalan Pramuka, Jalan Perjuangan, Jalan Pembangunan, Yorvo dan sekitarnya, serta pelayanan Booster Pembangunan.
Sementara Wilayah II mencakup Jalan Perniagaan, Jalan AM Sangaji, Jalan Gatot Subroto, Jalan Elang, Jalan Merak, Jalan Tekukur, Jalan Belatuk, Jalan Cendrawasih, Jalan Pemuda 1, Jalan Pemuda 2, Jalan Pemuda 3, Jalan Pemuda 4, Jalan D.I. Pandjaitan, Jalan Sentosa, Jalan Remaja, Jalan Kemakmuran, Jalan KPNI, Jalan Samanhudi, Jalan Katamso, Jalan Nusantara, Jalan Kesehatan dan sekitarnya, serta Jalan Merdeka dan sekitarnya.
Pelanggan di kawasan tersebut diminta mengantisipasi gangguan pelayanan selama pekerjaan berlangsung.
Pelanggan Diminta Siapkan Air
Menghadapi kondisi tersebut, pelanggan di wilayah yang terdampak diarahkan melakukan sejumlah persiapan.
Masyarakat yang masih mendapatkan aliran air diminta menampung air terlebih dahulu sebagai persediaan, menghemat penggunaan air selama kondisi berlangsung, memanfaatkan Terminal Umum yang telah disiagakan serta memastikan wadah penyimpanan air dalam keadaan bersih dan siap digunakan.
Imbauan tersebut penting karena pasokan air yang diterima pelanggan dapat berubah mengikuti kondisi jaringan maupun sumber air baku.
Dalam konteks yang lebih luas, deretan pikap pembawa tandon air yang terlihat di jalan Samarinda menjadi gambaran aktivitas distribusi air melalui kendaraan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)