BPBD Turun Tangan Suplai Air Bagi Petani Samarinda Terdampak Kemarau
Samir Paturusi September 12, 2026 09:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musim kemarau yang melanda Kota Samarinda mulai berdampak serius pada sektor pertanian. 

Ketiadaan suplai air membuat para petani di sejumlah wilayah kesulitan mengolah lahan, bahkan memaksa penundaan masa tanam yang seharusnya dimulai sejak awal September lalu.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda turun tangan langsung ke lapangan. 

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menegaskan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran lahan, tetapi juga prioritas bantuan penyuplaian air untuk menyelamatkan mata pencaharian para petani.

"Kami memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan gagal tanam dan gagal panen. Masa tanam yang seharusnya berlangsung sejak awal September tertunda karena suplai air terhambat," ujar Suwarso saat meninjau lokasi di Kelompok Tani Harapan Baru, Kelurahan Makroman.

Baca juga: Dinas Pertanian dan BPBD Samarinda Selamatkan 40 Hektare Sawah dari Gagal Panen

Untuk mengairi area persawahan di wilayah Makroman, BPBD memanfaatkan potensi air dari tiga void (lubang) bekas tambang batu bara. 

Danau bekas tambang tersebut diperkirakan memiliki kedalaman hingga 70 meter dengan luas sekitar satu hektare, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian di sekitarnya.

Proses pengairan di Makroman menggunakan mesin penyedot kapasitas besar dengan pipa masuk dan keluar berdiameter 6 inci agar arus air dapat didistribusikan secara lebih cepat.

Tidak hanya bergerak diwilayah Sambutan, Ternyata BPBD telah memberikan bantuan serupa di 7 titik lainnya denga luas 207 hektar lahan sawah.

Bantuan disalurkan melalui sistem pemompaan langsung maupun distribusi armada mobil tangki untuk lokasi yang jauh dari sumber air.

Adapun wilayah yang telah mendapatkan bantuan yaitu di wilayaj Makroman (Kelompok Tani Harapan Baru) dengan luas 42–43 Hektar, Sambutan 70 Hektar, Serayu 45 Hektar, Betapus 13–30 Hektar, Rawa Makmur (Palaran) 25 Hektar, Bantuas 25 Hektar, dan Bukuan 10 Hektar.

"Kurang lebih ada tujuh titik lokasi yang sudah kita laksanakan pengaliran airnya menuju persawahan dengan luas total 207 hektar," bebernya.

BPBD Samarinda terus memetakan kelompok tani lain yang membutuhkan bantuan serupa, salah satunya Kelompok Tani Karanganyar di Makroman. 

Baca juga: Atasi Medan Sulit, BPBD Samarinda Siapkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Karhutla

Pengerahan mesin pompa tambahan dan unit tangki air akan terus dilanjutkan secara bertahap guna memastikan seluruh area persawahan terdampak dapat segera memulai masa tanam.

"Kita bakal siapkan kembali mesin sejenis dompeng dan peralatan lainnya. Selang out-nya enam inci, kemudian selang sedotnya juga enam inci sehingga mampu mengairi lebih cepat," tutupnya (*)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.