Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta publik menghentikan komentar negatif atas dua korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo.
"Saya minta tolong kepada kita semua. Yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis, tapi juga mentalnya dan juga psikis," kata Bobby setelah mengantarkan kedua korban ke Jakarta di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sabtu.
Gubernur berharap masyarakat terutama kalangan media untuk mendukung proses pemulihan dengan tidak memberikan tekanan tambahan kepada kedua siswa ini.
Sebab, lanjut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus ini menjadi perhatian publik.
"Jangan terlalu 'di-blow up' karena hasil pemeriksaan ada empat poin. Poin keempat itu, anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian. Ini mengganggu mental anak-anak kami," jelas Bobby.
Gubernur juga mengatakan bahwa tim medis telah meminta para siswa asal Karo ini untuk mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan.
Pihaknya berharap publik menahan diri dengan tidak berkomentar negatif di media sosial supaya proses penyembuhan kedua korban berjalan optimal.
"Ini demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih," tutur Bobby.
Gubernur juga menjelaskan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta penanganan khusus terhadap dua siswa ini dilakukan di Jakarta.
Menurut dia, secara medis kondisi kedua siswa asal Karo ini sebenarnya telah ditangani tim dokter, baik di Karo maupun di Sumatera Utara.
Namun kedua siswa bernama Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Silitonga masih memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi psikologis yang lebih berat.
"Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta," tutur Bobby.





