Surabaya Punya Hampir 4.000 CCTV Dukung Command Center 112, Target Respons Kini Maksimal 7 Menit
Ndaru Wijayanto September 13, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya terus memperkuat layanan Command Center 112 untuk mempercepat penanganan laporan masyarakat.

Salah satu dukungan utama berasal dari jaringan CCTV yang tersebar di berbagai wilayah Kota Surabaya.

Saat ini, hampir 4.000 titik CCTV dapat dimanfaatkan untuk membantu pemantauan sekaligus memverifikasi laporan warga yang masuk ke Command Center 112.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan dari hampir 4.000 CCTV tersebut, sebanyak 222 titik dipantau langsung melalui ruang CCTV Command Center 112.

Sementara kamera di lokasi lainnya dapat diakses ketika terjadi kejadian yang membutuhkan pemantauan.

Informasi visual dari CCTV membantu petugas memastikan kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan.

Baca juga: Andalkan Ribuan CCTV, Respon Darurat Command Center 112 Surabaya Ditarget Maksimal 7 Menit

“CCTV sangat membantu, terutama untuk kejadian yang membutuhkan respons cepat dan informasi yang akurat. Ketika ada laporan, kami bisa melihat titik terdekat untuk membantu memastikan kondisi di lapangan,” jelas Linda ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pemanfaatan CCTV juga membantu petugas melakukan verifikasi terhadap laporan yang masuk melalui Command Center 112.

Laporan warga tidak langsung diabaikan meskipun informasi awal yang diterima ternyata belum sesuai dengan kondisi di lapangan.

Petugas tetap melakukan pengecekan untuk memastikan kebutuhan penanganan.

Linda menyebut, laporan yang setelah diverifikasi ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya relatif kecil, yakni kurang dari lima persen.

“Laporan tidak dapat begitu saja diabaikan hanya karena dicurigai sebagai laporan palsu. Setiap informasi tetap perlu diverifikasi agar tidak terjadi kesalahan yang justru merugikan warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” katanya.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, penguatan sistem Command Center 112 juga diarahkan untuk memangkas waktu respons petugas.

Jika pada awal pembentukan Command Center 112 target waktu respons ditetapkan 10 menit, kini Pemkot Surabaya menargetkan respons maksimal 7 menit.

Khusus penanganan kebakaran, waktu respons ditargetkan sekitar 6,5 menit.

Irvan mengatakan, percepatan tersebut didukung sistem yang menghubungkan sembilan perangkat daerah, pos terpadu, tenaga medis, hingga rumah sakit.

“Surabaya ini kota besar, ketika beberapa kejadian terjadi bersamaan, kami harus mengatur skala prioritas, melihat lokasi kejadian, dan menentukan pos terpadu yang paling dekat agar waktu respons tetap bisa dicapai,” ujarnya.

Untuk memperpendek jarak antara lokasi kejadian dengan petugas, jumlah pos terpadu yang sebelumnya tujuh kini bertambah menjadi 10 pos. Jumlah tersebut ditargetkan kembali bertambah menjadi 13 pos.

Penguatan tidak hanya dilakukan pada sistem dan jaringan pemantauan.

BPBD Kota Surabaya juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Pada 2025, BPBD melakukan pengadaan sarana untuk mendukung upgrading Command Center 112 dan 10 pos terpadu.

Sarana tersebut antara lain 10 unit sepeda motor, satu unit drone, tiga helm SAR, 26 unit komputer, 26 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 22 unit headset surround.

Pada 2026, penguatan sarana penanggulangan bencana juga direncanakan berlanjut.

BPBD menyiapkan pengadaan satu paket Early Warning System (EWS), tiga sepeda motor, 110 rambu kebencanaan, dan 70 helm SAR.

Selain itu, disiapkan dua set rompi BCD untuk perlengkapan water rescue, perlengkapan vertical rescue seperti carabiner snap, ASAP lock dan pulley tandem, serta 92 unit chainsaw dan 20 unit pompa alkon.

Command Center 112 sendiri tidak hanya menangani laporan bencana.

Layanan tersebut juga mencakup kegawatdaruratan medis, kebakaran, gangguan ketenteraman dan ketertiban, persoalan lingkungan, serta berbagai laporan lain yang membutuhkan keterlibatan perangkat daerah.

Untuk kegawatdaruratan medis, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan juga menyiapkan dukungan ambulans dari puskesmas.

Koordinasi dengan rumah sakit terus dilakukan agar pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang paling dekat dan memungkinkan menerima penanganan.

Warga juga dapat menyampaikan laporan melalui kanal WhatsApp Command Center 112 di nomor 081131112112.

Laporan dapat dilengkapi foto dan titik lokasi sehingga petugas memiliki informasi awal untuk melakukan asesmen.

“Ketika warga menghubungi 112, artinya mereka membutuhkan bantuan. Selanjutnya kami melakukan asesmen dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai,” ujarnya.

Irvan menegaskan, setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait sesuai kebutuhan dan kewenangan.

“Kemanusiaan di atas segalanya. Jadi, jangan ragu menghubungi 112 ketika membutuhkan bantuan. Kami memastikan setiap laporan akan kami upayakan untuk dilayani dan ditindaklanjuti,” tegasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.