Soekarno Run Banyuwangi Usung Inklusivitas, Kolaborasi dengan Disabilitas Netra
Januar September 13, 2026 12:14 AM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Soekarno Run Banyuwangi tak hanya menghadirkan ajang lari dengan hadiah total mencapai Rp 1 miliar. 

Event yang akan digelar pada 20 November mendatang itu juga membawa semangat inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi para peserta.

Para penyandang disabilitas netra tersebut bersama tim fisioterapis dan mahasiswa sport massage dari sebuah perguruan tinggi negeri akan memberikan layanan pemulihan kepada pelari, terutama peserta yang mengalami keluhan otot atau kelelahan setelah menyelesaikan race.

Keterlibatan penyandang disabilitas netra menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan bagi kelompok disabilitas.

Kemampuan yang mereka miliki di bidang pijat, khususnya pijat tradisional, dipadukan dengan tim sport massage dan tenaga pendukung lainnya untuk memberikan layanan kepada para peserta.

Panitia Penyelenggara Soekarno Run Banyuwangi, Indra Agus, mengatakan tim sport massage akan diisi orang-orang yang memiliki pengalaman dalam teknik pemijatan, termasuk para penyandang disabilitas netra.

"Teman-teman disabilitas netra bersama fisioterapis lainnya akan membantu para peserta yang mengalami masalah, terutama masalah pada kaki setelah race," kata Indra, Sabtu (12/9/2026).

”Dengan melibatkan disabilitas netra dalam layanan sport massage, Soekarno Run Banyuwangi menjadi ruang kompetisi olahraga sekaligus wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi, menunjukkan kompetensi, sekaligus mengambil bagian dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional,” imbuh Indra.

Baca juga: Ribuan Pelari Ramaikan Kediri Run di SLG, Pemkab Bidik Sport Tourism

Dalam olahraga lari jarak jauh, sport massage menjadi salah satu bentuk pemulihan yang dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan menunjang proses recovery. Penanganannya dapat diarahkan pada kelompok otot yang banyak bekerja selama berlari.

Teknik sport massage umumnya disesuaikan dengan kondisi pelari. Pada fase setelah race, terapis dapat menggunakan teknik seperti usapan ringan hingga sedang, gerakan meremas jaringan otot, serta teknik lain yang bertujuan membantu relaksasi jaringan dan mengurangi rasa kaku setelah aktivitas fisik.

”Layanan tersebut bukan ditujukan untuk menggantikan penanganan medis ketika pelari mengalami cedera. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, peserta akan diarahkan kepada tim medis yang telah disiapkan panitia,” ujar Indra Agus.

Tim sport massage akan ditempatkan di sekitar area finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang menjadi lokasi start sekaligus finish Soekarno Run Banyuwangi.

Panitia menyadari tingginya antusiasme peserta, terlebih dengan total hadiah mencapai Rp 1 miliar. Besarnya hadiah berpotensi membuat peserta memacu kemampuan secara maksimal sehingga aspek keselamatan dan kesehatan menjadi perhatian penting penyelenggara.

Karena itu, selain menyediakan layanan sport massage, panitia juga menggandeng sejumlah rumah sakit untuk mendukung kebutuhan medis selama pelaksanaan lomba.

"Akan disiagakan beberapa titik ambulans serta unit mini hospital, yakni ambulans dengan fasilitas medis yang mumpuni," ujar Indra.

Soekarno Run Banyuwangi diproyeksikan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta tercatat berasal dari 26 provinsi, mulai Aceh hingga Papua.

Ajang tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Half Marathon 21K untuk umum, 10K untuk kategori master dan umum, 5K untuk umum dan pelajar, 3K untuk umum dan pelajar, serta 1K untuk pelajar. Pemenang pada setiap kategori akan dibedakan dalam kategori putra dan putri. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.