Jarak Pandang Hanya 300 Meter, Seluruh Operasi Udara Penanganan Karhutla di Kalbar Dibatalkan
Faiz Iqbal Maulid September 13, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seluruh penerbangan operasi udara penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terpaksa dibatalkan pada Sabtu 12 September 2026.

Pembatalan ini mencakup Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun pemadaman jalur udara atau water bombing.

Keputusan ini disampaikan setelah hasil briefing malam tim satgas gabungan penanganan Karhutla Kalbar yang mengonfirmasi bahwa kondisi udara pada Sabtu 12 September 2026 sangat tidak memungkinkan dan membahayakan keselamatan penerbangan.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel membeberkan bahwa sebanyak sembilan armada helikopter water bombing terpaksa disiagakan di darat (grounded).

"Khusus water bombing itu kurang lebih ada sembilan unit, dua di Ketapang dan tujuh di basecamp Pontianak. Jarak pandang aman bagi mereka itu minimal 2.000 meter, tapi beberapa hari ini kurang dari itu. Rencananya pemadaman di wilayah Ketapang, Kubu Raya, dan Sintang, tapi operasi tidak dapat dilakukan karena jika dipaksakan akan menyalahi SOP dan sangat berbahaya," tegas Daniel saat ditemui usai melakukan briefing, Sabtu 12 September 2026 malam.

Dampak kabut asap juga melumpuhkan misi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang menggunakan pesawat Cessna 208B Grand Caravan.

Operator dari PT Maxon Sukses Pratama mitra BNPB, Elma Dwi Putri Sinaga, menyebutkan bahwa timnya sejatinya telah standby sejak pagi hingga pukul 18.00 WIB tanpa bisa lepas landas akibat pekatnya kabut asap yang mempengaruhi proses penerbangan.

"Sebenarnya ada potensi pertumbuhan awan di wilayah Sambas, tapi dari pagi hingga sore visibility berada di bawah 600 meter. Padahal batas minimum kita untuk take off itu 800 hingga 1.000 meter," ungkap Elma.

• Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak, 30 Penerbangan Batal

Ia menambahkan bahwa ini merupakan pembatalan pertama setelah timnya sukses beroperasi penuh tanpa henti sejak tanggal 3 hingga 11 September lalu.

Lebih lanjut, Pilot Skadron 4 TNI AU yang mengawaki pesawat Cassa NC 212, Lettu Pnb Andi Satria mengungkapkan bahwa jarak pandang di lapangan sangat buruk, bahkan memicu pembatalan penerbangan sipil komersial dari dan menuju Bandara Supadio Pontianak.

"Visibility tadi bertahan di angka 300 sampai 400 meter, paling bagus hanya 600 meter. Di jarak segitu kita tidak bisa terbang. Makanya penerbangan komersial juga dibatalkan semua hari ini," jelas Lettu Andi.

Misi penyemaian awan TNI AU yang sedianya ditargetkan untuk kawasan Kayong Utara pun harus ditunda.

"Kita nomor satunya adalah safety (keselamatan). Kalau dibandingkan dengan tugas, kita tentu lebih mengutamakan keselamatan. Pembatalan operasi akibat visibility ini memang sudah sering terjadi," pungkasnya.

Jika jarak pandang membaik pada keesokan harinya, armada udara dijadwalkan akan kembali dikerahkan untuk memaksimalkan potensi hujan buatan terutama khusunya di wilayah selatan Kalbar yang menjadi titik terbanyak titik api (hotspot), seperti wilayah Ketapang dan Kayong Utara.

Sebagai informasi, Daniel adalah Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar.

Ia menjadi figur penting dalam pemantauan, pelaporan, dan koordinasi penanganan bencana di wilayah Kalbar, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta bencana hidrometeorologi lainnya

• OMC Kejar Bibit Awan di Tengah Kepungan Kabut Asap Kalbar, Pesawat Siap Terbang hingga Malam

30 Penerbangan Supadio Batal

Diketahui, 30 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak dibatalkan maskapai akibat kabut asap, Sabtu 12 September 2026.

Pembatalan tersebut terdiri dari 15 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.

Kabut asap membuat jarak pandang di kawasan Bandara Supadio turun hingga 300-500 meter sejak pukul 05.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat pesawat tidak dapat melakukan take off maupun landing karena jarak pandang berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan.

Selain pembatalan, sejumlah penerbangan juga mengalami penundaan panjang atau long delay akibat kondisi tersebut.

General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak, Maya Damayanti, mengatakan kondisi jarak pandang masih terus dipantau bersama BMKG, AirNav dan seluruh maskapai.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat situasi di luar kendali ini. Koordinasi intensif terus kami lakukan untuk memastikan penanganan serta pelayanan penumpang di terminal berjalan dengan baik," kata Maya.

Sebaran Hotspot di Kalbar 12 September 2026

Kabupaten Ketapang = 1.286 titik panas

Kabupaten Kubu Raya = 116 titik panas

Kabupaten Melawi = 81 titik panas

Kabupaten Kayong Utara = 75 titik panas

Kabupaten Sintang = 65 titik panas

Kabupaten Sekadau = 49 titik panas

Kabupaten Sanggau = 30 titik panas

Kabupaten Landak = 9 titik panas

Kabupaten Mempawah = 4 titik panas

Kabupaten Kapuas Hulu = 2 titik panas

Kabupaten Bengkayang = 1 titik panas

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.