Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kemenangan Persija Jakarta atas Persib Bandung dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026), tak hanya menghadirkan euforia bagi puluhan ribu The Jakmania.
Di balik kemenangan tersebut, ada cerita mengenai perjuangan panjang agar pertandingan dua rival klasik itu dapat digelar di Jakarta.
Mantan Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, mengungkapkan bahwa laga Persija kontra Persib bukan perkara mudah untuk diselenggarakan di Ibu Kota.
Menurut Diky, diperlukan proses panjang dan komunikasi dengan berbagai pihak, terutama untuk memastikan pertandingan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Karena itu, ia menilai kemenangan Persija menjadi terasa lebih istimewa. Tiga poin yang diraih Macan Kemayoran disebutnya sebagai pelengkap dari perjuangan menghadirkan pertandingan tersebut di Jakarta.
"Hari ini Alhamdulillah kita dapat 3 poin. Kenapa harus dirayakan? Karena untuk bikin pertandingan ini berjalan di Jakarta itu luar biasa perjuangannya, enggak gampang meyakinkan semua orang," kata Diky.
Diky pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan kepercayaan sehingga pertandingan akhirnya dapat digelar di SUGBK.
Ia menyebut Jakmania, Persija, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kepolisian hingga TNI sebagai pihak yang turut berperan dalam proses tersebut.
"Terima kasih kepada semua pihak yang mempercayai kepada Jakmania, kepada Persija, kepada Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pangdam semuanya terima kasih," ujarnya.
Secara khusus, Diky memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Seusai pertandingan, Diky terlihat memeluk Pramono sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam proses penyelenggaraan laga tersebut.
Menurut Diky, Pramono berani mengambil peran untuk meyakinkan pihak kepolisian bahwa pertandingan Persija melawan Persib dapat berlangsung dengan aman di Jakarta.
"Karena Alhamdulillah kita harus berterima kasih kepada salah satu orang yang berani untuk meyakinkan pihak kepolisian bahwa pertandingan ini bisa berjalan dengan lancar di Jakarta," tutur Diky.
Ia juga mengapresiasi kesediaan Pramono untuk ikut meyakinkan pihak terkait sehingga Persija akhirnya dapat memainkan laga kandang melawan Persib di SUGBK.
"Jadi terima kasih kepada Pak Gubernur atas kerja kerasnya dan juga kerelaannya meyakinkan pihak kepolisian untuk Persija main di Jakarta lawan Persib Bandung," ucapnya.
Setelah perjuangan tersebut terlewati, Diky berharap kemenangan Persija menjadi bentuk balasan atas dukungan dan kerja keras seluruh pihak, khususnya The Jakmania.
"Dan sekali lagi terima kasih kepada pemain Persija yang udah membalas kerja kerasnya Jakmania dengan meraih kemenangan pada malam hari ini," katanya.
Diky sendiri larut dalam perayaan kemenangan Persija. Dalam video yang beredar di media sosial, ia terlihat melompat kegirangan, berkeliling tribun, serta memeluk dan bersalaman dengan sejumlah orang.
Ia mengaku begitu terbawa suasana hingga suaranya habis karena terus berteriak mendukung Persija.
"Senang banget, suara sampai habis karena teriak di akhir pertandingan. Alhamdulillah kita rayakan," pungkasnya.
The Jakmania: Kemenangan yang Sudah Lama Dinantikan
Euforia serupa juga dirasakan The Jakmania yang menyaksikan langsung pertandingan, baik dari dalam maupun luar SUGBK.
Persija sempat unggul melalui Alexander Jeremejeff pada menit ke-41. Namun, Persib mampu menyamakan kedudukan lewat Balsa Sekulic pada menit ke-81.
Situasi tersebut sempat membuat pendukung Persija cemas.
Namun, gol Ivan Mamut pada masa injury time akhirnya memastikan kemenangan 2-1 untuk Macan Kemayoran.
Dari luar stadion, The Jakmania turut bersorak ketika gol kemenangan Persija tercipta. Keriuhan semakin pecah setelah wasit meniup peluit panjang.
Para suporter kemudian menyanyikan yel-yel dan lagu kemenangan Persija.
Dua The Jakmania asal Mampang dan Pancoran, Jakarta Selatan, Radi dan Diwa, mengaku sangat bahagia dengan hasil pertandingan tersebut.
Radi menilai setidaknya ada tiga faktor yang membuat kemenangan Persija terasa istimewa.
Pertama, Persija bermain di kandang sendiri. Kedua, Macan Kemayoran sudah cukup lama tidak meraih kemenangan atas Persib.
"Dan yang ketiga, faktor paling penting adalah kita mengalahkan Persib saat mereka sedang berada di salah satu posisi terkuatnya," kata Radi.
Diwa pun mengakui kemenangan tersebut sangat dinantikan karena Persija sudah lama tidak mampu mengalahkan rivalnya.
"Ya soalnya kan udah lama juga kan nggak menang. Jadi ya baguslah, kita akhirnya bisa menang sekarang," ujarnya.
Keduanya mengaku sempat dibuat tegang ketika Persib menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan.
"Deg-degan parah. Kacau sih itu. Bener-bener nggak bisa berkata-kata," ungkap Radi.
"Menit 80-an tiba-tiba seri sih, iya. Sempat down juga," timpal Diwa.
Namun, Radi menilai Persija layak mendapatkan tiga poin jika melihat permainan yang ditampilkan sepanjang pertandingan.
"Tapi emang kita pantas menang, Bang. Dan akhirnya kita dikasih gol kemenangan," katanya.
Meski puas dengan hasil akhir, Radi menilai masih ada sejumlah pekerjaan rumah bagi Persija, terutama di lini pertahanan yang menurutnya masih beberapa kali melakukan kesalahan.
"Sebenarnya masih banyak faktor yang kurang, yaitu di lini belakang kadang suka kecolongan. Tapi nggak apa-apa, yang penting kita menang hari ini," jelasnya.
Terlepas dari kekurangan tersebut, Radi dan Diwa tetap optimistis dengan peluang Persija meraih prestasi lebih tinggi musim ini.
Mereka berharap komposisi pemain dan kehadiran pelatih baru dapat membawa Persija bersaing dalam perebutan gelar juara.
"Udah pasti kita yakin bahwa kita bisa juara. Pelatih-pelatih sebelum-sebelumnya itu hanya bisa ngasih harapan doang mau juara. Tapi kali ini, bersama pelatih baru, mungkin peluang juara itu jauh lebih realistis," ujar Radi.
"Harapannya udah pasti juara! Kalau bisa sampai tahun 2036 juara terus lah!" kata Diwa.