SURYA.co.id - Tri Cahyaningsih, buruh pabrik peraih nilai tertinggi CPNS 2024 yang gagal karena tinggi badan, kini tampaknya punya harapan baru.
Pasalnya, Tri berkesempatan untuk ikut seleksi CPNS 2025.
Pemerintah dikabarkan bakal membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 ini.
Tri memang berencana untuk ikut tes CPNS lagi jika ada formasi yang sesuai.
Meski sudah gagal dua kali, Tri Cahyaningsih, mengaku tak patah semangat.
Dia menyatakan akan mencoba lagi ikut seleksi CPNS jika ada formasi yang sesuai.
"Insya Allah coba lagi mas. Kalau ada bukaan CPNS lagi dan ada formasi yang sesuai,".
"Masih belum tau mas. Nunggu pengumuman resmine dulu. Kan tiap tahun beda-beda formasi yang dibutuhkan," ujarnya beberapa waktu lalu, melansir dari Tribun Solo.
Diketahui, meskipun tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 masih belum selesai, namun sudah banyak peserta yang penasaran dengan seleksi CPNS 2025.
Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian PANRB mengabarkan akan kembali membuka seleksi tahunan tersebut pada tahun 2025.
Menurut Kepala Biro Data, Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mohammad Averrouce mengatakan CPNS 2025 diperkirakan akan tetap ada.
“CPNS pasti, CPNS kan yang pertama kali sudah sekolah kedinasan. Tahun depan sekolah kedinasan pasti tetap dibuka,” ungkap Averrouce, melansir dari Tribun Priangan.
Lantas, kapan pelaksaan seleksi CPNS 2025 dibuka?
Jika melihat dari pembukaan seleksi CPNS 2024 tahun ini, pembukaan seleksi CPNS 2024 dibuka dibulan Agustus.
Ada kemungkinan pendaftaran seleksi CPNS 2025 akan dimulai pada bulan Agustus 2025.
Meskipun belum ada keterangan kembali dari PANRB, lebih baik mari kita tunggu saja informasi detailnya tahun 2025 mendatang karena saat ini seleksi CPNS 2024 masih berlangsung.
Maka dari itu, selalu pastikan untuk para pelamar memantau akun sosial resmi BKN dan situs resminya untuk informasi seputar CPNS.
Dari bocoran formasi di seleksi CPNS 2025 yang sudah disebutkan oleh Kepala Biro Data, Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik KEMEPANRB yaitu Mohammad Averrouce, jika formasi di seleksi CPNS 2025 terdapat formasi baru yang akan dibuka.
Dari bocoran tersebut, formasi baru tersebut yaitu sekolah kedinasan.
Adapun jalur ini akan jadi prioritas pemerintah karena bagian dari proses pendidikan yang tujuannya untuk mempersiapkan ASN.
Namun, untuk formasi umum yang akan dibuka nanti, pemerintah masih menunggu evaluasi dari hasil seleksi CPNS 2024.
Selain itu, Averrouce pun juga menyatakan harapannya agar seleksi CPNS 2025 dapat mencakup lebih banyak formasi, meskipun belum ada keputusan resmi mengenai hal ini.
“Tahun 2025 nanti lihat dulu evaluasi kebijakan yang sekarang. Mudah-mudahan (CPNS 2025 ada lagi),” tambahnya.
Sehingga, besar kemungkinan pemerintah juga akan membuka formasi untuk umum.
Gagal CPNS karena Tinggi Badan
Sebelumnya, nasib Tri Cahyaningsih, peraih nilai tertinggi tes SKD CPNS Kemenkumham 2024 di Jawa Tengah ramai jadi sorotan.
Tri gagal menjadi abdi negara lantaran tinggi badannya kurang 0,5 cm dari batas minimal.
"Minimal tinggi (tinggi badan minimal) 158 sentimeter. Nah pas di sana (seleksi kesehatan) cuma 157,5 aja," kata wanita yang akrab disapa Tri, dikutip SURYA.CO.ID dari TribunSolo.com.
Meski kecewa, Tri-sapaan akrabnya, memilih legowo.
"Gelo (kecewa) pastine (pastinya), kurang 0,5 sentimeter aja lho. Tapi gak apa-apa, memang belum rejekine," terangnya.
Tak patah arang, Tri berencana akan mendaftar CPNS lagi.
"Kalau ada bukaan lagi (formasi) yang sesuai mau daftar lagi. Bisa pakai nilai SKD yang kemarin," katanya
Saat seleksi SKD CPNS 2024, Tri mendapatkan skor SKD 467.
Melansir dari unggahan Instagram @kemenkumhammuda, diketahui bahwa Tri merupakan buruh pabrik asal Boyolali, Jawa Tengah.
Keinginan Tri ikut CPNS 2024 mendapat dukungan dari suaminya.
Bahkan, ia pun diantar sang suami ke lokasi tes SKD CPNS 2024.
Sejak 2018, Tri, panggilan akrab Tri Cahyaningsih, bekerja sebagai buruh pabrik.
Tri telah menikah dan memiliki dua orang anak.
Anak pertamanya kini duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD), sedangkan yang kecil masih berusia 4,5 tahun.
Suami Tri juga bekerja sebagai buruh pabrik di Salatiga.
Tri kemudian menceritakan perjuangannya mengikuti tes CPNS 2024.
Tri mengaku harus pintar membagi waktu antara bekerja, mengurus rumah tangga, dan belajar CPNS 2024.
"Belajar pas lagi senggang aja sih."
"Soalnya sambil kerja dan sambil momong anak juga. Ya kalau pas luang aja," ujar Tri Cahya Ningsih.
Pagi hari, Tri mengurus anaknya yang hendak berangkat sekolah.
Kemudian, ia bekerja sebagai buruh di pabrik.
Pada sore hari ketika jam istirahat, ia menyempatkan waktu untuk belajar.
"Kerjanya shift-shiftan jadi pas pagi anak sekolah belajar. Kalau sore pas istirahat kerja juga belajar," ungkapnya.
Meski sulit membagi waktu, Tri tetap berusaha mengejar ketertinggalan.
Pasalnya, dirinya mulai belajar setelah lulus seleksi administrasi.
Ternyata, tak hanya sekali Tri mengikuti tes CPNS dan gagal.
Pada 2017, Tri pernah mencoba mendaftar, namun usahanya belum membuahkan hasil.
Dia gugur dalam tes seleksi kesamaptaan.
Tahun berikutnya, ia mencoba lagi. Namun, Tri tak bisa mengikuti tes.
Tak berhenti di situ, Tri kembali mendaftar CPNS, tetapi ia hamil dan melahirkan putra yang membuatnya tak memungkinkan untuk mengikuti seleksi.
Padahal, tahun itu menjadi kesempatan terakhir baginya untuk mengabdikan diri pada negara.
"Kan tidak bisa ikut lagi karena batas usia maksimal 28 tahun. Ya udah enggak bisa," ucapnya, Sabtu (9/11/2024)..