TIMESINDONESIA, MALANG – Salah satu tujuan utama Indonesia adalah untuk mencapai status sebagai negara maju. Namun, hingga saat ini, Indonesia masih terklasifikasi sebagai negara berkembang. Salah satu faktor yang menghambat pencapaian tersebut adalah rendahnya jumlah wirausahawan. Untuk dapat sejajar dengan negara maju, Indonesia memerlukan rasio wirausaha baru minimal 10%.
Menurut data dari Kementerian UMKM, rasio wirausaha baru di Indonesia saat ini hanya mencapai 3,35%, yang setara dengan sekitar 4,9 juta dari total angkatan kerja. Ini berarti Indonesia memerlukan tambahan sekitar 4 juta wirausaha baru untuk mencapai target tersebut. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak agar dapat melahirkan lebih banyak pengusaha baru.
Pemerintah telah berupaya untuk mendukung dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang diharapkan dapat menjadi sumber lahirnya wirausaha baru. Dukungan ini harus datang dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan keberlanjutan UMKM. Tanpa adanya sinergi, upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju akan terasa sangat berat.
Dari segi rasio wirausaha, Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, yang masing-masing memiliki rasio 4%. Singapura bahkan lebih tinggi, dengan rasio mencapai 8,6%.
Lalu, apa strategi yang tepat untuk meningkatkan rasio wirausaha? Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan meningkatkan ekspor produk UMKM. Melalui ekspor, UMKM dapat berkembang dan menciptakan lebih banyak wirausaha baru. Di sinilah peran pemerintah sangat penting, terutama melalui perwakilan dagang di 33 negara mitra Indonesia, untuk memberikan dukungan yang diperlukan. Mereka harus aktif terjun ke lapangan untuk mendampingi, mengedukasi, dan membuka akses bagi UMKM dalam proses ekspor. Tanpa dukungan pemerintah, hambatan dalam ekspor akan semakin besar.
Ketika UMKM menghadapi tantangan dalam ekspor, negara harus hadir sebagai solusi, bukan sebagai penghalang. Regulasi yang ada seharusnya tidak menyulitkan pelaku UMKM, melainkan mempermudah proses ekspor. Dengan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah, pelaku UMKM akan lebih termotivasi untuk berinovasi dan berkembang.
Kunci untuk mencapai pertumbuhan UMKM, peningkatan jumlah wirausaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional terletak pada kolaborasi antara semua elemen. Meskipun perjalanan menuju Indonesia yang maju masih panjang, pencapaian tersebut bukanlah hal yang mustahil jika dilakukan dengan pendekatan yang terukur, sistematis, disiplin, dan penuh dedikasi. Dengan dukungan maksimal dari pemerintah dan kerja keras dari pelaku UMKM, Indonesia dapat segera menjadi salah satu negara maju di dunia. Ayooo Gemilangkan Ekonomi Kerakyatan Indonesia. (*)
*) Ditulis oleh Dr. Imam Muhajirin Elfahmi, SH, S.Pd, MM
Jaringan Indonesia Berdaya
Pendiri Lembaga Inkubator Bisnis Wirausaha Nusantara
Pendiri Rumah Pemberdayaan UMKM dan Pengusaha Pribumi Indonesia
Penerima Anugerah Insan Pancasila 2024
Anugerah Inspiring Person of the Year 2024
Legacy Indonesia Times Indonesia