TIMESINDONESIA, MALANG – Maraknya kasus kekerasan dan bulliying yang terjadi pada perempuan dan anak di Malang secara khusus dan Jawa Timur secara umum, menjadikan perihal ini menjadi perhatian banyak pihak. Desa sebagai penyelenggara pemerintahan dilevel paling bawah sering mendapati dan menangani kasus kekerasan pada perempuan dan bullying kepada anak tersebut, yang tidak jarang berujung pada kasus hukum.
Dalam sebuah kesempatan sapa masyarakat yang dilakukan oleh Puguh Wiji Pamungkas anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi PKS pada Sabtu (15/2/2025) forum kepala dusun se kecamatan Poncoksumo menyampaikan aspirasinya agar dibentuk dan buatkan regulasi terkait mitigasi terkait kekerasan pada perempuan dan bulliying pada anak.
“Kami sering menangani kasus kekerasan pada perempuan dan bulliying kepada anak, dan tidak jarang pada akhirnya berujung pada kasus hukum, karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hal ini,” ungkap Totok salah satu ketua dusun yang hadir pada acara tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Puguh DPRD Jatim komisi E dari dapil Malang Raya membenarkan jika kekerasan pada perempuan dan kasus bulliying pada anak ini sekarang seolah menjadi darurat sosial disekitar kita.
“Banyak kasus yang terjadi terkait kekerasan pada perempuan dan bulliying pada anak yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, kami di komisi E DPRD Jatim juga sedang intens menseriusi masalah ini agar bisa diperdakan sehingga ada payung hukum yang kuat terkait langkah-langkah mitigatif untuk mengurangi kejadiaannya," jelas Puguh sekretaris Fraksi PKS ini.
Puguh juga menyampaikan bahwa anak dan perempuan ini merupakan instrumen penting dalam pembangunan sebuah bangsa, karena menurut pria kelahiran Malang ini anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus di jaga, karena baik dan buruknya bangsa ini kedepan tentu akan ditentukan oleh baik dan buruknya generasi anak-anak kita saat ini.
“Saya sangat mendorong dan sepakat apabila dibentuk semacam satgas perlindungan perempuan dan anak hingga level desa, karena hal ini akan bisa mengurai permasalahan dan sekaligus pencegahan dari level terkecil,” tambah pria kelahiran 1984 ini. (*)