Ground Check DTSEN: Kemensos dan BPS Pastikan Data Sosial Ekonomi Akurat
Content Writer February 26, 2025 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melakukan ground check untuk memastikan keakuratan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pengecekan lapangan ini melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), BPS, dan dinas sosial di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam sambutannya saat sosialisasi ground check di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pendamping PKH, pejabat BPS, dan dinas sosial secara daring.

"Yang akan kita lakukan dalam waktu dekat ini adalah ground check untuk memastikan keberadaan KPM serta melengkapi profil sosial ekonomi mereka," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa DTSEN bersifat dinamis, sehingga pemutakhiran data menjadi kunci agar tetap akurat dan relevan. Oleh karena itu, peran para pendamping PKH sangat krusial dalam proses ini.

"Dalam hal ini, peran pendamping PKH sangatlah vital. Saudara sekalian adalah ujung tombak dalam melakukan kroscek verifikasi data serta memfasilitasi pemutakhiran data di tingkat akar rumput," tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul memaparkan tugas utama para pendamping PKH dalam pemutakhiran DTSEN, yang mencakup pelaksanaan ground check untuk melengkapi variabel data, memverifikasi keberadaan KPM/PM aktif atau tidak aktif, serta melengkapi variabel sebagai dasar pemeringkatan yang ditetapkan oleh BPS. Selain itu, mereka juga bertugas melakukan verifikasi lapangan terhadap usul dan sanggah masyarakat serta memanfaatkan DTSEN untuk mendampingi KPM secara lebih efektif.

"Oleh sebab itu, agar pemutakhiran data berjalan lancar, setiap pendamping PKH wajib, saya ulang, wajib: satu, mengikuti pelatihan ground check pemutakhiran DTSEN. Dua, melakukan pembagian wilayah kerja secara profesional. Tiga, menjalin komunikasi aktif dengan BPS dan dinas sosial di daerah. Empat, memberikan data yang sebenar-benarnya. Lima, menjaga kondusivitas di lapangan. Dan enam, menjalankan tugas dengan semangat dan riang gembira," ujar Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan briefing kepada BPS di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia melalui Zoom pada 25 Februari 2025 terkait DTSEN. Ia juga menyebutkan bahwa BPS akan mengadakan pelatihan bagi 33.603 pendamping PKH pada Kamis (26/2/2025).

"Kemudian, pada Jumat ini akan dilakukan pelatihan monitoring dan evaluasi. Setelah itu, para pendamping PKH bisa langsung bergerak ke lapangan," ungkap Amalia.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.