SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kericuhan terjadi di Apartemen Bale Hinggil Surabaya saat fasilitas listrik dan air sejumlah penghuni apartemen dimatikan, Rabu (26/2/2025).
Penghuni dan petugas keamanan apartemen terlibat adu fisik dengan saling dorong saat warga hendak menemui manajemen.
Aksi saling dorong dan bentak itu terjadi di pintu utama apartemen lantai dua.
"Tidak boleh ada yang masuk selain yang berkepentingan," teriak petugas keamanan apartemen.
Saat itu, tepat saat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendatangi lokasi apartemen.
Warga apartemen sebelumnya melapor langsung ke Wawali Cak Ji ini lantaran listrik belasan penghuni apartemen dimatikan.
Mereka juga tak bisa membayar listrik dan air.
Suasana memanas karena petugas keamanan apartemen menghalau sejumlah warga.
"Lepaskan tangan saya. Jangan dengan kekerasan begini," teriak Kristianto, penghuni apartemen.
Sikap penghuni ini direspons oleh petugas keamanan apartemen dengan terus mendorong.
Beruntung tidak sampai terjadi insiden fisik lebih serius karena Wawali Cak Ji minta biarlah perwakilan warga masuk.
Warga dan Cak Ji ditemui manajemen apartemen.
Selain Wawali Surabaya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Aning Rahmawati juga meninjau polemik warga dengan manajemen Apartemen Bale Hinggil.
Belakangan apartemen yang berlokasi di Jalan MERR ini berpolemik dengan warganya.
Listrik Warga Dipadamkan
Setidaknya 15 penghuni apartemen semalam tidur tanpa listrik.
Listrik mereka dipadamkan sejak Selasa sore.
Hingga Rabu siang (26/2/2025) belum dinyalakan karena mereka tak membayar listrik.
"Bukan kami tak mau bayar. Tapi pengelola mewajibkan bayarnya bandling."
"Gabung bayar service charge, listrik dan air jadi satu. Ini kebijakan yang belum disetujui warga sudah langsung dijalankan," kata Kristiyanto kepada SURYAMALANG.COM.
Begitu juga sejumlah tenan yang belum membayar juga dimatikan.
Maklum, pengelola menerapkan sistem pembayaran virtual account sehingga setiap unit akan terdeteksi.
Warga mendesak transparansi karena apartemen ini belum terbentuk Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).
Organisasi yang dibentuk seperti RT RW untuk mengelola ruang bersama di apartemen. Termasuk bayar PBB dan pembayaran lainnya.
Kristiyanto siap membayar berapa pun tanggungan asal manajemen Bale Hinggil transparan dalam melaporkan pengelolaan keuangan terkait warga.
Sebab laporan di web dinilai tak sesuai. Kemudian web tak bisa diakses. Warga juga minta tak ada bandling bayar.
Armuji yang mengetahui duduk perkaranya siang itu juga meminta manajemen apartemen menghentikan bandling pembayaran.
"Gak usah digabung. Enak di manajemen gak enak di warga. Bale Hinggil harus menyudahi pelemik dengan warga," kata Cak Ji.
Wawali ini pun menunjukkan bahwa dalam aturannya, pengembang tak boleh menutup, mematikan fasilitas dasar di apartemen.
Termasuk listrik dan air sampai lift. Siang ini juga, Cak Ji minta dinyalakan kembali dan tak ada bandling bayar.
Aldo dari manajemen apartemen Bale Hinggil menyebutkan bahwa sudah menjadi kewajiban warga membayar service charge.
Sistem bandling adalah cara efektif. Ada warga yang memang belum membayar service charge dan listrik.
"Kalau sudah sepakat warga siap bayar tanggungan service charge, kami siap tansparan dengan setiap laporan keuangan. Saat ini juga saya nyalakan kembali listriknya," kata Aldo.