Bank Emas Diresmikan, Bisa Dongkrak Kinerja BRI-Dana Pihak Ketiga BSI Meningkat
kumparanBISNIS February 26, 2025 07:20 PM
Peresmian bank emas pertama di Indonesia yang dikelola PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Pegadaian, dinilai bisa mengerek kinerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan pihaknya mempunyai saham sebesar 15 persen di BSI. Sementara Pegadaian merupakan bagian dari Holding Ultramikro (Umi) BRI yang 99 persen sahamnya dimiliki BRI.
Sehingga, kata Sunarso, pembentukan bank emas atau bullion bank yang dikelola BSI dan Pegadaian akan berdampak positif pada kinerja BRI.
“Arti pembentukan bullion bank, bullion services bagi BRI sangat penting. Karena ini akan menjadi sumber pertumbuhan baru. (Pertumbuhannya) signifikan,” kata Sunarso dalam konferensi pers peresmian bank emas Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian di Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).
Dia melihat peran Pegadaian dalam membantu Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR). Menurutnya, setiap harinya Pegadaian menghimpun gram demi gram emas masyarakat. Sunarso menyebut jumlah emas yang diterima Pegadaian dari masyarakat bisa mencapai 90 ton setiap harinya.
“Dan senilai itu pula kredit yang diberikan oleh Pegadaian setiap hari kepada masyarakat. Inilah yang saya katakan sumber pertumbuhan baru yang signifikan bagi BRI secara growth,” jelas Sunarso.
Selain untuk BRI, kehadiran bank emas yang dikelola BSI dan Pegadaian ini juga akan meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI. Dirut BSI Hery Gunardi menilai kehadiran bank emas menjadi satu inisiatif yang baik.
Dia melihat potensi emas yang beredar di masyarakat sekitar 1.800 ton. Potensi ini diharapkan bisa menjadi peluang bisnis yang bagus.
“Untuk BSI misalnya nanti satu hari dengan regulator kita juga akan bisa diakuin simpanan emas atau pun cicil emas yang ada di BSI menjadi dana pihak ketiga. Artinya dana pihak ketiga BSI juga akan meningkat dalam waktu tertentu yang sesuai dengan bisnis yang kita jalani ini,” kata Hery dalam kesempatan yang sama.
Sehingga, Hery yakin adanya bank emas di Indonesia bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia
Impact-nya sangat besar kepada pertumbuhan perbankan sendiri baik dari sisi fee based income maupun juga aset bank yang akan meningkat secara signifikan,” tutur Hery.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.