TRIBUNNEWS.COM - Fakta-fakta kasus pembunuhan anak terhadap ibu kandungnya di Semarang, Jawa Tengah.
Saat ini, polisi telah menangkap Imam Ghozali tersangka pembunuhan ibu kandungnya.
Polisi memastikan, kondisi kejiwaan Imam Ghozali dalam sehat.
Diketahui, Imam Ghozali telah membunuh sang ibu bernama Salamah (62), di rumahnya wilayah Gunungsari, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, pada Selasa (18/2/2025) malam.
Imam melakukan pembunuhan menggunakan senjata tajam.
Mengutip TribunJateng.com, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan tersangka tidak memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Tersangka sadar sepenuhnya dalam melakukan pembunuhan.
"Tidak ada gangguan jiwa. Namun, apabila nantinya perlu dilakukan nanti kita lakukan, sementara ini belum," katanya dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (26/2/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, mengungkap motif tersangka pembunuhan ibu kandung di rumahnya.
Syahduddi menyebut, tersangka tega membunuh ibu kandungnya menggunakan parang lantaran sakit hati karena tak diberi uang.
"Uang itu digunakan untuk mabuk-mabukan," jelasnya.
Selain itu, tersangka mengaku kerap dibanding-bandingkan dengan keempat adiknya.
Pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya di Semarang ini, bernama Imam Ghozali yang berusia 36 tahun.
Tersangka adalah anak pertama dari lima bersaudara.
Imam diketahui pengangguran yang sering meminta uang kepada ibu kandungnya yang bekerja di pasar.
Ketika tak dipenuhi permintaannya, Imam kerap mengamuk, merusak barang-barang di rumahnya.
Bahkan, Imam Ghozali sering mengancam ibunya.
Pada Selasa (18/2/2025) malam, Imam Ghozali tega membunuh ibu kandungnya di rumahnya.
Sebelum membunuh, ia mengambil parang yang disimpan di lemari pakaiannya.
Lantas, ia memasuki kamar ibunya, melakukan penusukan di bagian dada dan perut korban.
Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, korban mengalami luka pada dada kiri, punggung, dan kepala memar.
"Luka tusuk di bagian dada kiri menembus paru dan jantung."
"Kondisi itu yang menyebabkan korban meninggal, karena kehabisan darah," jelasnya.
Setelah melakukan pembunuhan, Imam Ghozali melarikan diri ke rumah kosong yang berjarak sekira 2 kilometer dari lokasi kejadian.
Selama lima hari bersembunyi, Imam Ghozali tidak makan dan minum.
Kombes Pol M Syahduddi mengungkapkan, petugas dapat mengendus keberadaan tersangka selepas mendapatkan informasi dari warga.
Petugas menangkap Imam saat malam hari dengan kondisi lemas karena selama bersembunyi tidak makan dan minum.
Saat itu, hanya ada sebilah golok di samping tubuh Imam.
"Kami sempat bawa Imam ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sekarang sudah sehat, makanya kami rilis kasusnya," kata Kapolrestabes Semarang.
Sementara itu, tersangka Imam Ghozali mengaku menyesal telah membunuh ibunya.
"Saya menyesal," ucapnya singkat.
(Suci Bangun DS, TribunJateng.com/Iwan Arifianto)