Motif Pembunuhan Siswi SMP di Tanah Datar, Tersangka Kirim Pesan Ancaman dan Kabur ke Aceh
Facundo Chrysnha Pradipha February 27, 2025 10:36 AM

TRIBUNNEWS.COM - Seorang siswi SMP berinisial CN (15) ditemukan tewas terbungkus karung di Tabek Bunta, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat pada Rabu (19/2/2025) pagi.

Setelah dilakukan penyelidikan, dua tersangka berinisial N (25) dan B (27) ditangkap di lokasi yang berbeda.

B ditangkap di Tanah Datar, sedangkan N diamankan saat kabur ke Aceh.

Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, mengatakan N selaku eksekutor pembunuhan sakit hati karena kontaknya diblokir korban.

"Jadi awalnya pelaku N ini mengirim pesan singkat kepada korban dengan mengaku sebagai orang lain."

"Namun korban memblokir nomor tersebut, sehingga membuat pelaku ini sakit hati hingga timbul niat untuk melakukan pembunuhan," bebernya, Rabu (26/2/2025).

Tersangka N telah merencanakan pembunuhan dan sempat mengirim pesan ancaman ke korban dengan nomor baru.

"Korban sempat mengirimkan tangkapan layar ancaman tersebut kepada ibunya. Namun ibu korban menganggap hal tersebut adalah sebuah keisengan sehingga tidak terlalu menghiraukan," imbuhnya.

Aksi pembunuhan dilakukan N di sebuah sekolah di daerah Malintang, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka B tak melakukan pembunuhan tapi melihat N mencekik korban hingga tewas.

"Untuk pelaku ini bisa disangkakan dengan pembunuhan berencana. Namun karena korban masih dibawah umur, maka kita juga akan menggunakan undang-undang anak dibawah umur," tuturnya.

Selain itu, tersangka B juga membawakan karung yang digunakan untuk membungkus jasad korban.

Kedua tersangka berpisah dan jasad korban dibuang N menggunakan sepeda motor.

"Dari keterangan pelaku, ia awalnya hendak membuang korban ke jurang yang tidak jauh dari TKP."

"Namun ternyata saat berada di TKP, minyak sepeda motornya habis, kemudian meletakan korban begitu saja di TKP penemuan," tukasnya.

N meminta bantuan B untuk mendorong sepeda motornya yang kehabisan bensin.

"Ia kembali menelepon pelaku B untuk membantu mendorong sepeda motornya yang habis minyak ke tempat pengisian BBM terdekat, setelah itu mereka kemudian berpisah kembali ke rumah masing-masing," terangnya.

Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan bekas cekikan di leher serta tanda-tanda korban mengalami kekerasan seksual.

"Pelaku N ini melakukan pemerkosaan setelah membunuh korban, ia mengatakan bahwa melakukan tindakan itu sendiri saja, pelaku B tidak ikut." 

"Namun kita nantinya akan mencoba melakukan tes DNA untuk memastikan apakah sperma yang ada ini milik satu orang saja atau keduanya," lanjutnya.

Barang bukti yang diamankan yakni dua sepeda motor milik kedua tersangka.

Sepeda motor B digunakan untuk menjemput korban, sedangkan sepeda motor N untuk membuang jasadnya.

Kesaksian Ibu Korban

Ibu korban, Liza Delka, mengaku mendapat kabar penemuan jasad dari temannya yang menunjukkan video serta foto-foto.

Setelah diamati pakaian yang dikenakan korban, Liza membenarkan jasad perempuan itu anaknya.

"Saya lihat lagi foto lainnya dan baju yang dipakai memang sama pada saat malam itu, yaitu hitam dan pink," bebernya.

Namun, ia membantah anaknya memiliki tato seperti yang diungkap penyidik.

"Itu bukanlah tato, melainkan henna yang dibuat dengan menggambar nama di bagian tangannya," terangnya.

Liza menjelaskan anaknya sempat pamit ke rumah nenek untuk membuat gorengan.

"Setelah asyik bermain handphone, dia meminta izin untuk pulang ke rumah," tuturnya.

Ternyata korban tak pulang ke rumah melainkan keluar berboncengan sepeda motor.

Liza Delka sudah tertidur karena mengira anaknya menginap di rumah nenek.

Keesokan harinya, jasad korban ditemukan di pinggir jalan Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar.

(Mohay) (TribunPadang.com/Fajar) 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.